Selasa, 24/07/2012 06:57 WIB

Isu SARA Bisa Tambah Pemilih Golput pada Putaran Kedua Pilgub DKI Jakarta

Novi Christiastuti Adiputri - detikNews
Jokowi & Foke (dok. detikcom)
Jakarta, - Isu SARA selalu saja membayangi kandidat Gubernur DKI Jakarta dan kali ini menimpa pasangan Jokowi-Ahok. Hal ini dinilai tidak akan menguntungkan rival Jokowi, namun justru bisa menambah jumlah pemilih golput pada putaran kedua yang digelar 20 September mendatang.

"Kalau pemilih yang menggunakan atau terkena kampanye seperti ini, mereka tidak selalu akan memilih di luar Jokowi atau Foke. Kecenderungan akan memilih golput," ujar pengamat politik UGM, Ari Dwipayana, saat berbincang detikcom, Selasa (24/7/2012).

Ari menjelaskan, penggunaan isu SARA biasanya ditargetkan kepada pemilih konservatif yang mudah terpengaruh oleh sentimen agama dan sebagainya. Dalam pilgub DKI ini, ada sejumlah partai berbasis Islam seperti PKS dan PPP yang memiliki jagoan lain namun gagal memperoleh suara mayoritas. Para pemilih dari partai tersebut sangat rawan terhadap isu SARA.

"Pemilih konservatif rawan terkena sentimen agama, tap belum tentu akan beralih ke Foke. Bisa saja memutuskan golput, karena di sisi lain mereka kritis terhadap Foke," terangnya.

Sementara itu, isu SARA juga akan menjadi kontraproduktif bagi para pemilih moderat. Menurut Ari, semakin gencar isu SARA digunakan hasilnya justru semakin kontraproduktif. Demikian juga halnya bagi kalangan swing voters yang tidak menggunakan hak pilihnya dalam pilgub putaran pertama.

"Makin gencar isu agama yang dipakai malah semakin kontraproduktif. Pilihan elite belum tentu diikuti oleh grass root," ucap Ari.

Lebih lanjut, Ari menilai bahwa ada dua isu utama dalam pilgub DKI putaran kedua, yakni isu SARA yang mengancam pasangan Jokowi-Ahok dan isu perubahan yang mengancam pasangan Foke-Nara.

"Ke mana arah larinya suara di luar Foke dan Jokowi, dan ke mana arah pemilih golput. Kalau soal isu agama, mereka tidak sreg ke Jokowi. Kalau soal isu perubahan, mereka tidak sreg ke Foke. Putaran kedua bisa jadi kebanyakan golput," tandasnya.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(nvc/fdn)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Tak Perlu Arak-arakan Pesta Rakyat Saat Pelantikan Jokowi

Relawan Jokowi-JK akan menggelar pesta rakyat saat pelantikan presiden dan wapres pada 20 Oktober 2014 nanti dimulai dari Semanggi dan berakhir di Monas. Kapolri Jenderal Sutarman menyarankan tidak perlu ada acara arak-arakan seperti itu. "Saya sarankan tidak perlu arak-arakan, saya kira tidak perlu. Mungkin kalau bersyukur, bersyukur berdoa saja, enggak perlu arak-arakan," kata Kapolri. Bila Anda setuju dengan Kapolri, pilih Pro!
Pro
37%
Kontra
63%