Detik.com News
Detik.com
Senin, 23/07/2012 12:56 WIB

Mobil Blazer Tabrak 6 Penyeberang Jalan di Garut, 3 Tewas

Mansur Hidayat - detikNews
Garut - Mobil Opel Blazer menabrak 6 orang penyeberang jalan di Garut, Jabar. Tiga orang tewas dan tiga lainnya luka serius.

Peristiwa itu terjadi di Jalan Raya Limbangan, Kampung Ciloa Barat, Limbangan Garut, Senin (23/7/2012) sekitar pukul 11.30 WIB.

Kanit Lantas Polsek Limbangan, Iptu Asep Muslihat menyatakan, hingga saat ini pihaknya masih terus mengevakuasi para korban luka berat. Sebagiann korban dibawa ke Puskesmas Limbangan, sebagian dirujuk ke RSU dr Slamet Garut.

"Luka korban sangat serius," kata Asep kepada wartawan, Senin (23/7/2012).

Informasi yang dihimpun, korban tewas adalah Tini (59), Siti Julaeha (56) dan Mimik (65). Ketiganya masih di Puskesmas Limbangan. Adapun korban luka-luka adalah Pupu, Amah dan Anah.

"Seluruhnya merupakan warga Desa Limbangan Barat," ungkap Asep.

Asep belum bisa menyebutkan penyebab kejadian tersebut. Hingga saat ini, jajaran Polsek Limbangan sudah meminta keterangan sejumlah saksi mata.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(try/mad)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
99%
Kontra
1%