detikcom
Minggu, 22/07/2012 21:59 WIB

Sepasang Kekasih Nekat Bobol Rumah di Pagi Buta

Gede Suardana - detikNews
Denpasar, - Warga di kawasan Sari Gading, Denpasar Timur, menangkap pelaku pembobolan rumah yang dilakukan oleh sepasang kekasih. Namun seorang pelaku berhasil kabur setelah mengetahui kekasihnya tertangkap.

Pelaku yang ditangkap adalah Albert Arisido (30). Sedangkan pacar Albert yang berinisial AD, pada Minggu (22/7) telah ditetapkan sebagai buronan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap Albert, Sabtu (21/7) pagi pukul 05.00 Wita, ia sedang jalan-jalan bersama pacarnya. Saat itu, ia melihat sebuah rumah terbuka. Tidak berlama-lama, pelaku masuk ke dalam rumah sedangkan pacarnya diminta untuk menunggu di luar rumah.

Saat di dalam rumah, pelaku mengambil sebuah handphone. Belum cukup, pelaku kembali mengambil handphone lainnya yang berada di di sebelah korban yang sedang tertidur.

Hanya saja, ternyata headset dari handphone yang akan diambil masih menempel di telinga korbannya. Saat HP kedua diambil inilah, korban terbangun dan berteriak maling hingga akhirnya pelaku ditangkap oleh warga. Mengetahui kekasihnya tertangkap, AD kabur meninggalkan lokasi.

Kapolsek Denpasar Timur, AKP I Wayan Parwata membenarkan penangkapan ini. Dari tangan pelaku petugas mengamankan barang bukti dua ponsel serta sebuah sepeda motor yang digunakan untuk beraksi.

(gds/trq)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    47%
    Kontra
    53%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel