detikcom
Minggu, 22/07/2012 21:30 WIB

Polisi Duga 'The Joker' Sudah Lama Rencanakan Penembakan

Ahmad Toriq - detikNews
Daily Mail
Colorado, - Pelaku penembakan di Colorado, James Eagan Holmes, diduga sudah merencanakan aksinya sejak lama. Dugaan tersebut muncul dari penemuan berbagai bahan peledak saat polisi menggeledah rumah Holmes.

Kepala Kepolisian Kota Aurora, Dan Oates, mengatakan polisi menemukan banyak bukti pengiriman bahan peledak ke alamat Holmes. Penemuan tersebut mengarah pada dugaan Holmes telah merencanakan aksinya sejak empat bulan sebelumnya.

"Kami menyadari bahwa tersangka selama empat bulan terakhir menerima pengiriman barang dalam jumlah banyak ke alamat rumahnya untuk sesuatu yang dikerjakannya," kata Oates seperti dilansir dari Reuters, Minggu (22/7/2012).

Polisi memang kesulitan saat mencoba masuk ke dalam kamar Holmes saat melakukan penggeledahan. Di dalam kamarnya polisi menemukan banyak jebakan dengan bahan peledak.

"Apa yang kita lihat di sini adalah bukti dari beberapa perhitungan dan pemikiran," ujar Oates.

Penembakan yang terjadi pada Kamis (19/7) tengah malam waktu AS itu dilakukan pria berusia 24 tahun bernama James Holmes. Dia menyebut dirinya The Joker. Karena aksinya, 12 orang tewas dan 71 luka-luka.

Dari puluhan korban luka, tiga di antaranya adalah WNI yang merupakan satu keluarga. Mereka adalah Anggiat Situmeang, Rita Paulina dan Prodeo et Patria.


(trq/vit)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    46%
    Kontra
    54%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel
    MustRead close