BBC Indonesia
Minggu, 22/07/2012 20:04 WIB

Jenderal militer Tajikistan tewas ditikam

BBCIndonesia.com - detikNews
Abdullo Nazarov

Jenderal Nazarov pernah aktif di dinas intelijen negara.

Seorang jenderal Tajikistan, negara di Asia Tengah, dipaksa keluar dari mobilnya dan ditikam hingga tewas di Provinsi Gorno-Badakhshan, Sabtu malam (21/07), demikian keterangan pemerintah Tajikistan hari Minggu.

Jenderal Abdullo Nazarov (56 tahun) ditikam beberapa kali meski saat insiden terjadi ia bersama tiga perwira lain yang berpangkat lebih rendah.

Tiga perwira bersenjata tersebut mengalami luka-luka.

Kantor berita AFP menyebutkan pelaku serangan adalah kelompok penyelundup rokok di Tajikistan.

Tim pimpinan Jenderal Nazarov sebelumnya berhasil membongkar kawanan penyelundup dan melakukan sejumlah penangkapan.

Namun sejumlah pihak mengatakan terbuka kemungkinan pelaku bukan berasal dari geng penyelundup rokok.

Mereka mengatakan bisa jadi Jenderal Nazarov dibunuh oleh orang-orang yang tidak suka dengan tindakannya memberantas kelompok Islam radikal atau kelompok dari suku lain yang tidak suka dengan sepak terjang Nazarov.

Nazarov aktif di dinas rahasia negara sebelum diugaskan ke kawasan Pegunungan Pamir, di dekat perbatasan dengan Afghanistan pada 2010.

Tajikistan dikenal sebagai negara bekas Soviet paling miskin dan banyak muncul kasus kejahatan dan penyelundupan sejak awal 1990-an.

(bbc/bbc)



  • Selasa, 21/05/2013 11:43 WIB
    15 Tahun Reformasi
    Emha Ainun Nadjib: Reformasi Itu Omong Kosong
    Gb Budayawan Emha Ainun Nadjib berada di pusaran arus perubahan kekuasaan 1998. Dia adalah salah satu tokoh yang dengan lantang meminta Presiden Soeharto mengundurkan diri dari jabatannya. Tapi reformasi yang terjadi sampai saat ini, kata dia, palsu belaka. Mengapa?
ProKontra Index »

Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
Pro
89%
Kontra
11%
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel