Minggu, 22/07/2012 17:02 WIB
Teknologi Komunikasi, Gerbang Kebangkitan Daerah Tertinggal di Perbatasan
Ping! Tak lama terdengar bunyi smartphone yang berada di tangan gadis SMU itu. Dengan dengan lincah jari-jari gadis itu menekan tombol yang berada di alat komunikasinya sambil sesekali berbicara dengan temannya. Kemudian keduanya sibuk
sendiri dengan alat komunikasinya hingga bus TransJ itu berhenti di Jalan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.
"Lo BBM gue ya kalau sudah sampai rumah. Jangan lupa follow Twitter gue>/i>," kata perempuan itu sesaat setelah hendak berpisah dengan temannya dan kemudian berlalu.
Pemandangan itu semakin menunjukkan para pelajar setingkat SMU bahkan anak-anak yang duduk di sekolah dasar sudah sangat familiar dengan alat komunikasi. Paparan alat komunikasi terasa sangat nyata di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Medan.
Sedangkan di sudut Nusantara lainnya, masih ada masyarakat yang belum familiar dengan alat komunikasi yang begitu beraneka rupa. Bagi beberapa orang yang tinggal jauh dari kota besar, alat komunikasi dengan teknologi tinggi itu masih merupakan barang mewah.
Pengalaman lain datang dari Andi (29) yang menuturkan pengalamannya saat berkunjung ke Pulau Morotai, Maluku Utara. Andi menyebut daerah itu sebagai 'neraka' bagi alat komunikasi.
"Hanya untuk mencari sinyal saya harus berjalan ke sudut-sudut tempat dan bahkan kadangkala sinyalnya ketemu di bawah pohon," kata Andi sambil tertawa.
Andi bahkan heran kala handphone-nya menangkap sinyal dari negara tetangga. "Bagaimana cara komunikasi jika sinyal hilang terus di sini. Informasi sudah didapatkan dengan mudah jika seperti ini," tambahnya.
Berbicara soal kawasan tertinggal, Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal (KPDT) mencatat ada 183 kabupaten yang masuk dalam kategori tertinggal. Termasuk dalam hitungan itu, 20 kabupaten ada di kawasan perbatasan.
Untuk mengangkat ketertinggalan itu terobosan pun dilakukan kementerian terkait. Cara yang dilakukan adalah membangun wlayah tertinggal, termasuk daerah perbatasan. Program itu bernama 'Bedah Desa'.
Menteri PDT, Helmy Faishal Zaini, menjelaskan Bedah Desa mempunyai prioritas pemenuhan kebutuhan insfrastruktur desa, seperti jalan poros dan energi listrik.
"Kita laksanakan program 'bedah desa' untuk membangun desa mandiri," kata Helmy saat mengunjungi Pulau Nias.
Menurut Helmy bahwa pembangunan desa-desa tertinggal tidak bisa lagi dilaksanakan secara parsial, namun harus merupakan pembangunan yang terintegrasi dan berkelanjutan. "Kita memiliki 32 ribu desa tertinggal, beberapa di antaranya berada di perbatasan. Ini yang harus kita berikan stimulan," sambungnya.
Sosiolog Musni Umar malah menyebut kurangnya akses teknologi ke wilayah-wilayah
terpencil menjadi salah satu sebab utama tersendatnya arus pengetahuan dan perkembangan wilayah tertinggal. Masuknya teknologi informasi ke dalam masyarakat
sangat jelas akan berimbas pada perubahan budaya setempat.
"Masuknya budaya teknologi ke desa akan mengubah dan mendorong perubahan masyarakat, termasuk perubahan dalam bentuk pribadi. Teknologi pada umumnya bersifat netral kepada penggunanya," ujar Musni saat berbincang dengan detikcom.
Teknologi masuk desa akan mendorong masyakat untuk berkreasi. Karena itu Musni berpendapat sudah saatnya pemerintah masuk desa dan membawa teknologi informasi untuk mengembangkan masyarakat. Namun Husni mewanti-wanti agar pemerintah tidak lepas tangan begitu saja karena masuknya teknologi informasi ke desa tertinggal.
"Tetap perlu ada pengawasan dan bimbingan," ucapnya.
Musni menyebutkan Bedah Desa dan pentingnya teknologi informasi di wilayah terpencil menjadi kata kunci yang sangat penting. Apalagi bila mengingat dalam sejarah teknologi komunikasi Indoensia, 8 juli 1976, di atas Samudera Hindia, meluncur satelit komunikasi pertama Indonesia yang dikenal sebagai Palapa.
Penamaan Palapa berasal dari 'Sumpah Palapa' yang diucapkan Patih Gadjah Mada dari Majapahit. Sumpah yang berisi janji akan mempersatukan Nusantara. Akhirnya Nusantara yang secara geografis terpisah oleh perairan menjadi satu di 'tangan' Palapa.
Sayangnya, lambat laun perkembangan teknologi informasi, khususnya teknologi omunikasi, menjadi diskriminatif. Balai Penyedia dan Pengelola Pembiayaan Telekomunikasi dan Informatika (BP3TI) menilai industri komunikasi yang ada saat ini kurang fokus meng-cover daerah tertinggal, terpencil, yang berada di perbatasan dan bersumber daya ekonomi kecil.
Kementerian Komunikasi dan Informasi, lewat Humasnya Gatot Dewabroto mengakui pembangunan wilayah perbatasan berhubungan erat dengan masuknya teknologi informasi. Khusus wilayah perbatasan, Kominfo tengah menjalankan program Desa Dering yang dijadwalkan akan beres pada akhir Desember mendatang.
Program Desa Dering akan menghubungkan 72.000 desa dan 32.000 di antaranya masuk dalam tahap penyelesaian. Selanjutnya Kemenkominfo akan memasang 'jembatan
informasi' di kecamatan tertinggal. Jembatan informasi ini merupakan jaringan internet yang disebut sebagai 'klik'. 5.800 Kecamatan akan terlibat dalam program ini.
"Ada juga yang disebut Desa Informasi yaitu antara gabungan Desa Dering, Klik, Radio Komunitas. Ada 500 desa di daerah perbatasan pada 2014 sudah selesai untuk diinstal," kata Gatot.
Maraknya siaran televisi dan jaringan telepon negara tetangga yang masuk ke wilayah perbatasan juga telah didiskusikan dengan negara tetangga. Istilahnya bordercom. Indonesia dengan negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia melakukan sistem on call di mana setiap negara bisa minta untuk mengurangi frekuensi saluran yang melintasi negara tetangga. Hal itu bisa diselesaikan dalam waktu 3 X 24 jam.
"Juga ada pertemuan setiap enam bulan sekali dengan negara tetangga yang sifatnya
home and away," ucap Gatot.
"Ini yang disebut dengan Kewajiban Pelayanan Umum atau Universal Service Obilagation (USO) dari pemerintah kepada masyarakat dalam bidang telekomunikasi," tambahnya.
Simak rangkuman aneka berita penting dan menarik sepanjang hari ini di "Reportase Malam" Pukul 0.30 WIB hanya di TransTV
(fiq/vit)
Baca Juga
Twitter Recommendation
-
Singapura 'Dikepung' Asap dari Indonesia, Menhut: Kita Terus Berusaha!
486 share this. -
Singapura Keluhkan Kabut Asap, Hujan Buatan Rp 25 M Disiapkan
408 share this. -
PNS di Ciamis Diciduk Polisi Saat Hisap Ganja
306 share this. -
Gantikan Bajaj Butut, Pemprov DKI Siapkan Bajaj Listrik Swedia
301 share this. -
Malam Muda Mudi 22 Juni, Thamrin Ditutup Sejak Pukul 16.00-23.00 WIB
293 share this.
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru
Indeks Berita »
-
Kamis, 20/06/2013 17:32 WIB
Hari ke-249 Jokowi
Jokowi Tentang Balsem: Saya Nggak Nolak, Hanya Tak Setuju
-
Kamis, 20/06/2013 17:29 WIB
Pesawat Dipiloti WN Kanada Tergelincir di Bandara Sentani Papua
-
Kamis, 20/06/2013 17:23 WIB
Jerapah dan Kuda Nil di Ragunan Mati
-
Kamis, 20/06/2013 17:23 WIB
Pasutri Terjebak Kebakaran Lahan di Rokan Hilir Riau
-
Kamis, 20/06/2013 17:21 WIB
Sutrisno Tak Tahu Duit Bayar Utang Berasal dari Proyek Alkes
-
Kamis, 20/06/2013 16:14 WIB
Detik-detik Eksekusi Tahanan: Senjata AK-47 Serda Ucok Sempat Macet
-
Kamis, 20/06/2013 15:20 WIB
Cerita Terbakarnya Emosi Serda Ucok yang Berujung Penyerangan ke LP
-
Kamis, 20/06/2013 16:40 WIB
Sebelum Bayi Faby Tewas di Tempayan, Paman Korban Terima SMS Ancaman
-
Kamis, 20/06/2013 17:07 WIB
6 Penampakan 'Ajaib' Metro Mini dan Kopaja Buluk
-
Kamis, 20/06/2013 16:28 WIB
Naik Bus Seperti Roller Coaster, Dashboard Seperti Dibom Teroris
-
Kamis, 20/06/2013 14:59 WIB
Diminta Tempatkan Orang Betawi di Jabatan Penting, Ini Tanggapan Ahok
-
Kamis, 20/06/2013 14:43 WIB
Ditawari Masuk PD, Ini Jawaban Tifatul
-
Kamis, 20/06/2013 14:34 WIB
Disoraki dan Dikejar Pendukung Kopassus, Ketua Komnas HAM Risaukan Saksi
-
438 Komentar
-
361 Komentar
-
226 Komentar
-
201 Komentar
-
195 Komentar
-
193 Komentar
-
183 Komentar
-
179 Komentar
-
Rabu, 19/06/2013 14:22 WIB
Penerus Mega di PDIP
Effendi Simbolon Buka-bukaan Soal Prospek Politik Prananda dan Puan
Prananda dan Puan Maharani disebut-sebut disiapkan menjadi penerus tahta Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Anak kedua Mega, Prananda (43), diyakini sebagia pembawa ideologi kakeknya, Bung Karno.
ProKontra
Index »
Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019
Pro
Kontra
MustRead
close
-
Kamis, 20/06/2013 14:38 WIB
Disoraki dan Dikejar Pendukung Kopassus, Ketua Komnas HAM Risaukan Saksi
-
Kamis, 20/06/2013 14:07 WIB
PKS: Apa SBY Masih Perlu Menteri Kami?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer



_10.gif)










_3.gif)

Mudik selalu dirindukan bagi setiap perantau. Tak terkecuali bagi Dirjen Perhubungan Darat Soeroyo Alimoeso. Beliau curhat tentang dirinya yang tidak pernah mudik dan susahnya mengatur pemudik.
Giatnya Pemerintah memperjuangkan munculnya regulasi (Peraturan Menteri Perindustrian) tentang Low Cost and Green Car (LCGC) bersama-sama DPR-RI membuktikan bahwa Pemerintah sekarang tidak pro angkutan umum.

