Sabtu, 21/07/2012 11:54 WIB
Pelaku Penembakan 'Batman' Beli 6.000 Peluru & 4 Senjata Api
James Holmes (TMZ)
Bukan cuma itu. Pria berumur 24 tahun itu juga telah membeli empat senjata api dalam kurun waktu 60 hari terakhir. Demikian disampaikan kepala kepolisian Aurora, Dan Oates seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (21/7/2012).
Dikatakan Qates, semua amunisi itu dibelinya secara legal. Begitu pula dengan keempat senjata api yang dibelinya di toko-toko senjata lokal.
"Dalam 60 hari terakhir, Holmes membeli empat senjata di toko-toko senjata metro lokal dan lewat internet, dia membeli lebih dari 6.000 butir peluru," ujar Qates.
Amunisi tersebut mencakup lebih dari 3 ribu butir untuk senapan serbu yang dibeli Holmes, 3 ribu butir peluru untuk dua pistol Glock dan 300 butir peluru untuk senapan berburu.
"Sepengetahuan saya, semua senjata yang dimilikinya, dia miliki secara legal... dan semua amunisi yang dimilikinya, dia miliki secara legal," imbuh Qates.
Sebanyak 12 orang tewas dan puluhan orang lainnya luka-luka, termasuk 3 WNI dalam aksi penembakan yang terjadi saat pemutaran perdana film terbaru Batman 'The Dark Knight Rises' pada Kamis, 19 Juli tengah malam waktu setempat. Aksi penembakan brutal seperti ini kerap terjadi di Amerika. Insiden ini kembali memicu perdebatan tak berkesudahan mengenai perlunya pengontrolan senjata di negeri Paman Sam itu.
(ita/ita)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
-
Kelamin Abdul Dipotong NN dengan Cutter
708 share this. -
51 Orang Tewas Akibat Tornado di Oklahoma
607 share this. -
Wanita Pemotong Kelamin Abdul: Saya Dipaksa Berhubungan Intim
584 share this. -
21 Mei 1998 Soeharto Tumbang, Apa Kabar Gelar Pahlawan?
554 share this. -
Nasib UN SD Ditentukan Bulan September
492 share this.
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru
Indeks Berita ยป
-
Selasa, 21/05/2013 17:50 WIB
Ribuan Demonstran New York Protes Pembunuhan Pria Gay
-
Selasa, 21/05/2013 16:51 WIB
Ledakan di Pabrik Bahan Peledak China Tewaskan 13 Orang, 20 Hilang
-
Selasa, 21/05/2013 16:30 WIB
Bunuh Biksu, 7 Orang di Myanmar Divonis Penjara 2-28 Tahun
-
Selasa, 21/05/2013 15:48 WIB
Ditemukan Gantung Diri di Singapura, Ilmuwan AS Ternyata Dibunuh
-
Selasa, 21/05/2013 14:13 WIB
Tornado Oklahoma, 7 Anak Ditemukan Tewas di Kolam Renang Sekolah
-
Selasa, 21/05/2013 17:15 WIB
Kisah Keluarga Darin yang Berubah Drastis Setelah Mengenal Luthfi
-
Selasa, 21/05/2013 16:48 WIB
Darin Mumtazah dan Keluarga Kontrak Rumah di Jatinegara Rp 75 Juta/Tahun
-
Selasa, 21/05/2013 16:07 WIB
Elite PKS Tak Tahu Hubungan Darin Mumtazah dan Luthfi Hasan
-
Selasa, 21/05/2013 17:16 WIB
Biadab, NN Perkosa Pacarnya Saat Sekarat hingga Tewas
-
Selasa, 21/05/2013 17:30 WIB
Kata Ibunda ke Tetangga: Biarin Darin Dikawinin, Daripada Dia Hidup Susah
-
Selasa, 21/05/2013 15:54 WIB
Ini Kronologi Dendam Kesumat NN Potong Kelamin Abdul
-
Selasa, 21/05/2013 15:23 WIB
Luthfi Kerap Bertandang ke Rumah Darin dengan VW Caravelle dan Mazda Putih
-
Selasa, 21/05/2013 17:05 WIB
Ini Cara Polisi Lacak NN, Pemotong Kelamin Abdul
-
358 Komentar
-
235 Komentar
-
229 Komentar
-
211 Komentar
-
211 Komentar
-
210 Komentar
-
175 Komentar
-
162 Komentar
-
Selasa, 21/05/2013 11:43 WIB
15 Tahun Reformasi
Emha Ainun Nadjib: Reformasi Itu Omong Kosong
Budayawan Emha Ainun Nadjib berada di pusaran arus perubahan kekuasaan 1998. Dia adalah salah satu tokoh yang dengan lantang meminta Presiden Soeharto mengundurkan diri dari jabatannya. Tapi reformasi yang terjadi sampai saat ini, kata dia, palsu belaka. Mengapa?
ProKontra
Index »
Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal
Pro
Kontra
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,845.000
- Rp .000
MustRead
close
-
Selasa, 21/05/2013 15:48 WIB
Ayo Lunasi Biaya Naik Haji Mulai 22 Mei Sampai 12 Juni
-
Selasa, 21/05/2013 15:35 WIB
Sohibul Iman Bicara Solusi Penyelamatan PKS
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer








_5.gif)






Kenikmatan nasi goreng khas Indonesia juga tak bisa disangkal Mikhail Kouritsyn. Setiap mampir ke Indonesia, orang Rusia ini takkan lupa menyantapnya.
Dalam Forum Newsmaker Thomson Reuters di Singapura, beberapa waktu lalu, SBY lebih memilih pembangunan yang tak melulu tergantung pada sistem kapitalisme (pasar bebas) atau sosialisme (anti pasar). Jalan ketiga yang menjadi antithesis dari keduanya dianggap SBY lebih pas untuk konteks Indonesia.
