detikcom
Sabtu, 21/07/2012 10:22 WIB

Nama 3 WNI yang Jadi Korban Penembakan di Pemutaran Film Batman

Andri Haryanto - detikNews
Jakarta - Satu keluarga WNI menjadi korban penembakan brutal saat premiere pemutaran film Batman di Colorado, AS. Ada 3 WNI yang mengalami luka, sang ayah mengalami luka memar, sang ibu dan anak mengalami luka tembak.

"Anggiat M Situmeang (45), Rita Paulina Situmeang (45), dan sang anak Prodeo Et Patria Situmeang (15)," kata juru bicara Kemlu Michael Tene saat dikonfirmasi, Sabtu (21/7/2012).

Penembakan ini dilakukan oleh seorang pemuda warga AS bernama James Holmes, berusia 24 tahun. Selain melakukan penembakan, yang bersangkutan juga meleparkan gas air mata ke dalam gedung bioskop.

Insiden penembakan yang dilakukan pemuda berusia sekitar 24 tahun itu terjadi saat pemutaran midnight di bioskop 16 Century sekitar pukul 00.30 dini hari waktu setempat, Kamis (19/7).

Pelaku menembaki penonton secara brutal dengan senjata sejenis riffle saat film 'The Dark Knight Rises' baru mulai sekitar 15 menit. 12 korban tewas dan 59 korban lainnya mengalami luka. Polisi berhasil meringkus pelaku yang menjuluki dirinya sebagai 'The Joker' beberapa jam setelah kejadian.



Ikuti berbagai peristiwa hangat yang terjadi hari ini di "Reportase Sore", Pukul 16.30 WIB, Hanya di TRANS TV

(ahy/ndr)





Sponsored Link
Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 17/06/2013 18:39 WIB
    Dirjen KA Tundjung Inderawan Bicara Mental Penumpang dan Seramnya MRT Subway
    Gb Seraya membangun infrastruktur seperti stasiun dan rel kereta api, Kemenhub juga mengkhawatirkan mental penumpang kereta yang belum tertib. Apalagi, teknologi maju kereta bawah tanah bakal dibangun di Jakarta. Kekhawatiran timbul bila perilaku penumpang KA masih timpang dengan teknologi transportasi.
ProKontra Index »

Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019

Dalam berbagai survei, nama Gubernur DKI Jokowi menempati posisi teratas capres potensial 2014. Suara-suara yang menginginkan Jokowi maju menjadi Capres di Pilpres 2014 juga cukup kencang. Tetapi menurut peneliti politik senior LIPI, Siti Zuhro, Jokowi akan lebih kuat jika berkompetisi di Pilpres 2019. Bila Anda setuju dengan Siti Zuhro, pilih Pro!
Pro
34%
Kontra
66%