Detik.com News
Detik.com
Sabtu, 21/07/2012 07:05 WIB

Soal Sweeping Selama Ramadan, FPI: Itu Berita Palsu!

Dhurandara HKP - detikNews
Soal Sweeping Selama Ramadan, FPI: Itu Berita Palsu!
Jakarta - Memasuki bulan Ramadan, pihak Kepolisian Republik Indonesia mendapat kabar bahwa beberapa organisasi masyarakat (ormas) akan melakukan sweeping ke tempat-tempat hiburan malam atau warung makan yang diperintahkan untuk ditutup. Salah satunya adalah Front Pembela Islam (FPI) yang digembar-gemborkan akan melakukan aksi sweepingnya.

Namun hal ini dibantah keras oleh pihak FPI. Menurut salah satu juru bicara FPI, Munarman, ia mempertanyakan laporan yang menyudutkan kelompoknya tersebut.

"Siapa yang akan melakukan sweeping? Laporan dari mana itu?" ujar Munarman saat dikonfirmasi detikcom, Jumat (20/7/2012).

Munarman menambahkan ia tidak akan ambil pusing dengan kabar tersebut. Baginya, kabar itu hanya merupakan berita palsu.

"Berita palsu itu semua. Kita enggak akan menanggapi hal ini karena tidak
ada informasinya sejauh ini," jelas Munarman.

Sebelumnya, menurut Kabaintelkam Mabes Polri, Komjen Pol Pratikno, Polisi akan mencegah segala bentuk upaya ormas seperti FPI untuk menertibkan industri hiburan malam atau warung makan yang beroperasi saat bulan puasa. Hal ini sebagai upaya pencegahan terjadinya konflik antar masyarakat.

"Saya mendapat kabar dari petinggi FPI, Habib Salim Al Attas, mereka akan melakukan sweeping saat bulan puasa. Ini harus kita cegah karena potensi konflik tinggi," ujar Pratikno, Selasa (17/7) di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan.

Hal ini disampaikan Pratikno dalam rapat koordinasi lintas sektor untuk persiapan Operasi Ketupat 2012. Rapat ini dipimpin langsung oleh Kapolri, Jenderal Polisi Timur Pradopo beserta instansi terkait seperti Dinas Perhubungan (Dishub), TNI AL, BMKG dan Jasa Raharja.

Pencegahan aksi ormas ini dilakukan agar tidak timbul konflik yang berkelanjutan. "Jangan sampai terjadi sehingga nanti konflik dengan masyarakat. Warung makan, hiburan malam itu yang akan jadi sasaran pelaksanaan sweeping," tambah Pratikno.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(dhu/ahy)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Segera Revisi PP Ganti Rugi Salah Tangkap Rp 1 Juta!

Ganti rugi Rp 1 juta bagi korban salah tangkap dinilai sudah tidak layak lagi. Ahli pidana UII Dr Mudzakkir mengatakan PP No 27 Tahun 1983 memuat ketentuan yang sudah tidak sesuai lagi dengan keadaan sekarang. Untuk itu, Dr Mudzakkir mengusulkan PP itu harus diubah dan memasukkan ganti rugi sesuai dengan kurs terkini. Bila Anda setuju dengan usulan Dr Mudzakkir, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%