detikcom
Sabtu, 21/07/2012 04:29 WIB

Mahasiswa UGM Sebut Dirinya Pengembang Alat Lipat Baju Cepat, Bukan Penemu

Andri Haryanto - detikNews
Jakarta - 5 Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) menampik bila mereka disebut sebagai penemu alat penyetrika sekaligus pelipat baju yang relatif cepat, 11 detik. Menurut salah seorang dari lima mahasiswa yang terlibat dalam karya tersebut, Nisa Salsabila Shafarudin, mereka hanya mengembangkan alat tersebut dari inovasi yang ada sebelumnya.

"Kami hanya mengembangkan desain dari alat yang sudah ada sebelumnya," kata Nisa saat berbincang dengan detikcom, Jumat (20/7/2012) malam.

Menurut Nisa, dia dan empat temannya tersebut mengembangkan alat perapi baju dalam 11 detik dari tayangan inovasi yang mereka temukan di Youtube tahun 2006 lalu, yang tak lain hasil kreasi warga asing.

"Saat kami melihat alat itu bentuknya besar dan tidak bisa dilipat," jelas Nisa.

Lima mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) ini, Nisa Salsabila Shafarudin, Nurida Khasanah, Dimas Reza Rahmana, Fitrah Pawalangi dan Ngurah Nata Baskara, lantas terpikir untuk membuat alat tersebut efisien dalam penggunan dan bentuk. Lalu diadaptasilah inovasi tersebut sehingga dapat dilipat sebesar ukuran buku pada umumnya.

"Selain itu bahan yang digunakan dari karton duplex agar bisa disetrika. Kalau inovasi sebelumnya kan dari plastik, jadi sulit untuk disetrika," terang Nisa.

Desain hasil karya yang diberi nama Terapsi (Cepat-Rapi-Berseni) ituselanjutnya akan dipatenkan lima mahasiswa tersebut.

"Kami tidak patenkan teknologinya, tapi desain yang sudah dimodivikasi dari sebelumnya," terang Nisa.

Sebelumnya, Dimas Reza Rahmana mahasiswa yang juga bergabung dalam pengembangan inovasi tersebut mengatakan, saat ini Terapsi dijual dengan harga Rp 25 ribu/buah. Untuk produksinya, mereka menggandeng salah satu panti asuhan di Yogyakarta.

"Yang mengerjakan 20 anak panti. Harapan kita, memberi mereka lapangan pekerjaan dan mereka pun bisa mengisi waktu luang di panti," kata Dimas.

Menurut dia, pengerjaan pesanan sesuai dengan permintaan pembeli. Kemasan juga disesuaikan dengan warna dan corak yang diinginkan pembeli.


Simak rangkuman aneka berita penting dan menarik sepanjang hari ini di "Reportase Malam" Pukul 0.30 WIB hanya di TransTV

(ahy/dhu)





Sponsored Link
Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019

Dalam berbagai survei, nama Gubernur DKI Jokowi menempati posisi teratas capres potensial 2014. Suara-suara yang menginginkan Jokowi maju menjadi Capres di Pilpres 2014 juga cukup kencang. Tetapi menurut peneliti politik senior LIPI, Siti Zuhro, Jokowi akan lebih kuat jika berkompetisi di Pilpres 2019. Bila Anda setuju dengan Siti Zuhro, pilih Pro!
Pro
33%
Kontra
67%