detikcom
Sabtu, 21/07/2012 02:00 WIB

Pasar Projo Ambarawa Ludes Diamuk Si Jago Merah

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Halaman 1 dari 2
Semarang, - Kebakaran besar melahap Pasar Projo, Ambarawa, Kabupaten Semarang. Akibatnya sebagian besar pasar ludes terbakar. Para pedagang pun panik menyelamatkan barang dagangan mereka.

Salah satu saksi, Agus Ananto Widodo mengatakan api kemungkinan berasal dari bagian belakang pasar dan menjalar ke tempat penjualan sembako yang berada di tengah pasar. Api yang mulai menyala sekitar pukul 21.30 WIB tersebut dengan cepat menyebar.

"Tadi saat saya datang api sudah menyala di bagian belakang dan tengah. Jadi dari tengah menjalar ke depan. Kios-kios langsung hangus," kata Agus di dekat pasar Projo, jalan Jendral Sudirman, Ambarawa, Kabupaten Semarang, Sabtu (21/7/2012) dini hari.

Sementara itu pemilik warung yang terletak tidak jauh dari lokasi, Elifa trisetya Rani (24) mengatakan situasi menjadi panik ketika angin yang kencang membuat api cepat membesar dan menjalar ke seluruh penjuru pasar. Bahkan para pedagang nekat naik ke lantai dua untuk menyelamatkan barang-barang mereka.

"Pemilik toko pakaian yang ada di lantai dua menyelamatkan barang dengan cara dilempar-lempar. Mereka panik," katanya.

Lebih dari empat mobil pemadam kebakaran dari Pemerintah Kabupaten Semarang dan sekitarnya serta bantuan dari PT Coca cola dan PT Apac Inti dikerahkan. Karena sumber air yang sulit didapatkan, pemadaman dilakukan secara bergantia.

"Ada kendala dengan jarak sumber airnya," ungkap Kapolres Semarang, AKBP Ida Bagus Marendra.Next

Halaman 1 2
(ahy/ahy)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pilkada via DPRD Potensi Korupsinya Lebih Tinggi!

DPR hari ini akan mengesahkan RUU Pilkada yang salah satunya akan menentukan apakah pemilihan kepala daerah akan tetap dilakukan secara langsung atau dikembalikan ke DPRD. KPK berpandangan, Pilkada lewat DPRD justru potensi korupsinya lebih tinggi. Bila Anda setuju dengan KPK, pilih Pro!
Pro
57%
Kontra
43%