Jumat, 20/07/2012 12:55 WIB
Caplok Tanah Warga, Ruko di Semarang Dibongkar Paksa
Seorang anggota Satpol PP membongkar ruko (angling ap/detikcom)
Pembongkaran dilakukan dengan alat manual berupa palu dan linggis oleh puluhan personel Satpol PP sekitar pukul 10.45 WIB, Jumat (20/7/2012). Tembok di bangunan dibongkar sesuai tanda garis batas yang sudah diberikan Satpol PP beberapa waktu lalu.
Nur Satuju, ketua RW 08 kelurahan Candi mengatakan, selain berdiri di atas tanah warga, sebagian bangunan milik Djumali yang belum rampung digarap tersebut, juga berpotensi merusak fasilitas umum berupa pos jaga, gapura, dan portal.
"Tanah itu milik warga RW 08 sudah sejak tahun 1991. Kami juga sudah pernah memperingatkan pemiliknya," kata Nur Satuju di lokasi.
Nur menambahkan, pihaknya sudah melayangkan surat kepada Walikota Semarang dan mendapatkan respon. Bangunan itu pun disegel dan dilarang untuk diteruskan. Namun beberapa bulan berikutnya, pembangunan berlanjut hingga ruko memiliki dua lantai.
"Setelah disegel ternyata tetap ngeyel dan mendatangkan tukang untuk melanjutkan pembangunan," pungkas Nur.
"Lalu untuk kedua kalinya pada 7 Maret 2012 kami melayangkan surat lagi kepada walikota dan muncul surat perintah bongkar," timpal tim advokasi warga dari Lembaga Cegah Kejahatan Indonesia (LCKI), Johny Heru Mulyono.
Johny mengakui kesalahan tidak hanya ada pada Djumali, tapi juga pemilik lama yaitu Susulkan dan Rantiyem. Dalam sertifikat penjualan tanah, luasan tanah diperluas hingga tanah milik warga yang berukuran 4 x 2 meter tersebut terkena dampak pembangunan.
"Warga juga kaget setelah Djumali memperlihatkan sertifikat tersebut. Tapi warga sudah memberi peringatan," katanya.
Sementara itu pemilik bangunan mengaku sudah melakukan pembangunan sesuai prosedur dan mengajukan IMB. Bahkan ia melakukan pembangunan setelah ada penyegelan atas dasar izin dua petugas Satpol PP.
"Saya melanjutkan pembangunan berdasarkan izin dari Satpol PP setelah menyerahkan uang Rp 5 juta. Buktinya adalah kunci yang saya pegang," aku Djumali sambil memperlihatkan kunci yang diterima dari petugas Satpol PP bernama Eko.
Selain itu, Djumali yang juga pemilik usaha jual beli mobil tersebut mengatakan, surat pembongkaran tidak diberikan langsung ke padanya, tapi ke istrinya. "Istri saya disuruh tanda tangan," tandasnya.
Djumali menyayangkan sikap pemerintah Kota Semarang karena tidak dipanggil ketika surat yang dilayangkan warga mendapat respon. "Intinya adalah ketidakadilan. Saya tidak dipanggil saat itu. Bahkan surat yang saya layangkan kepada Walikota tidak direspon," ungkapnya.
Meski demikian, pembongkaran terhadap ruko milik Djumali tersebut tetap berlangsung lancar. Tidak ada perlawanan. Arus lalu lintas di sekitar lokasi menjadi padat, karena pengguna jalan yang memperlambat laju mereka. Bahkan sempat dua mobil saling senggol karena kondisi jalan yang semrawut.
(alg/try)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru
Indeks Berita ยป
-
Selasa, 21/05/2013 23:12 WIB
Insiden Tenggelamnya KM Karya Indah di Sungai Mahakam Dipolisikan
-
Selasa, 21/05/2013 22:18 WIB
Ibunda Darin Bantah Anaknya Menikah Siri dengan LHI
-
Selasa, 21/05/2013 22:14 WIB
Pelajar SMP Tewas Tenggelam di Parit Besar di Medan
-
Selasa, 21/05/2013 21:43 WIB
Ini Kontrakan Sederhana Keluarga Darin Sebelum Kenal 'Bos'
-
Selasa, 21/05/2013 21:38 WIB
Agar Perbudakan Buruh Tak Terulang, Menaker Minta Laporan Masyarakat
-
Selasa, 21/05/2013 12:52 WIB
Ini Dia Darin Mumtazah, Pelajar yang Dekat dengan Luthfi Hasan
-
Selasa, 21/05/2013 09:29 WIB
Ini Penyebab NN Tega Memotong Kelamin Abdul di Pamulang
-
Selasa, 21/05/2013 17:30 WIB
Kata Ibunda ke Tetangga: Biarin Darin Dikawinin, Daripada Dia Hidup Susah
-
Selasa, 21/05/2013 17:15 WIB
Kisah Keluarga Darin yang Berubah Drastis Setelah Mengenal Luthfi
-
Selasa, 21/05/2013 21:09 WIB
Ini Reaksi Luthfi Hasan Saat Ditanya Soal Darin Mumtazah
-
Selasa, 21/05/2013 08:25 WIB
Luthfi Jelaskan Pushtun, Suku di Pakistan yang Wanitanya Terkenal Cantik
-
Selasa, 21/05/2013 15:23 WIB
Luthfi Kerap Bertandang ke Rumah Darin dengan VW Caravelle dan Mazda Putih
-
Selasa, 21/05/2013 13:52 WIB
Rambut Dibiarkan Terurai, Darin Sering Bawa Mobil
-
359 Komentar
-
236 Komentar
-
229 Komentar
-
211 Komentar
-
210 Komentar
-
209 Komentar
-
175 Komentar
-
162 Komentar
-
Selasa, 21/05/2013 11:43 WIB
15 Tahun Reformasi
Emha Ainun Nadjib: Reformasi Itu Omong Kosong
Budayawan Emha Ainun Nadjib berada di pusaran arus perubahan kekuasaan 1998. Dia adalah salah satu tokoh yang dengan lantang meminta Presiden Soeharto mengundurkan diri dari jabatannya. Tapi reformasi yang terjadi sampai saat ini, kata dia, palsu belaka. Mengapa?
ProKontra
Index »
Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal
Pro
Kontra
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,845.000
- Rp .000
MustRead
close
-
Selasa, 21/05/2013 16:52 WIB
Darin Mumtazah dan Keluarga Kontrak Rumah di Jatinegara Rp 75 Juta/Tahun
-
Selasa, 21/05/2013 16:07 WIB
Elite PKS Tak Tahu Hubungan Darin Mumtazah dan Luthfi Hasan
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer








_5.gif)






Kenikmatan nasi goreng khas Indonesia juga tak bisa disangkal Mikhail Kouritsyn. Setiap mampir ke Indonesia, orang Rusia ini takkan lupa menyantapnya.
Dalam Forum Newsmaker Thomson Reuters di Singapura, beberapa waktu lalu, SBY lebih memilih pembangunan yang tak melulu tergantung pada sistem kapitalisme (pasar bebas) atau sosialisme (anti pasar). Jalan ketiga yang menjadi antithesis dari keduanya dianggap SBY lebih pas untuk konteks Indonesia.
