Jumat, 20/07/2012 08:02 WIB
Hadjriyanto: Tak Langsung Pecat Menteri, SBY Masih Hormati Koalisi
"Pernyataan Presiden ini sangat menarik. Pasalnya para menteri itu baik berasal dari parpol atau nonparpol adalah pembantu presiden, diangkat dan diberhentikan oleh presiden, dan bertanggungjawab juga kepada Presiden. Adalah sangat menarik bahwa kini para menteri yang berasal dari parpol dipersilahkan oleh presiden sendiri untuk mundur jika tidak bisa membagi waktu dan energinya antara tugas pemerintahan dan urusan politik dalam parpolnya masing-masing," kata Hadjri kepada detikcom, Jumat (20/7/2012).
Hadjri sepakat bahwa para menteri harus mengutamakan kepentingan negara. Bahkan bukan hanya para menteri yang harus meletakkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan parpolnya, melainkan juga Presiden sendiri juga harus begitu.
"Dalam konteks dan perspelktif ini sebenarnya bola ada di tangan presiden. Pasalnya, pengangkatan dan pemberhentian menteri ada di tangan presiden. Itu hak prerogatif presiden. Jika presiden memandang perlu memberhentikan menteri-menterinya dan menggantikannya dengan figur yang lain tidak boleh seorangpun menolaknya. Bahkan tidak boleh parpol manapun berkeberatan, apalagi protes. Maka mestinya presiden tidak perlu menyampaian appeal seperti itu. Presiden berhak menggantinya kapanpun dipandang perlu," ungkap Hadjri.
Namun toh Presiden SBY memilih memberikan warning. Hadjri mengartikan, Presiden SBY masih menaruh hormat kepada mitra koalisi karena bagaimanapun posisi menteri dari parpol adalah buah dari koalisi.
"Kenapa presiden mesti mengeluarkan pernyataan seperti itu? Saya rasa karena presiden masih menghormati parpol-parpol yang mendukungnya dalam koalisi. Pernyataan itu disampaikan presiden dengan harapan parpol-parpol dan menteri-menteri dari parpol tanggap sasmita (mengerti sendiri) bahwa urusan negara harus diprioritaskan vis a vis urusan politik,"paparnya.
Namun Hadjri meyakini imbauan tersebut pasti didengarkan oleh para menteri. Meskipun Hadjri percaya parpol juga punya doktrin mengutamakan kepentingan negara ketimbang kepentingan golongan.
"Hanya saja presiden harus ingat bahwa parpol-parpol kita juga punya doktrin untuk selalu menempatkan kepentingan negara di atas kepentingan pribadi dan golongan/partai. Kini persoalannya tinggal siapa yang lebih "tanggap sasmita" dan siapa yang "tegaan" dalam urusan negara. Ini cuma soal kepekaan nurani saja kok,"tukasnya.
(van/fjp)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
-
Makan di Pendopo Sipanji Banyumas, Megawati Cerita Kondisi Indonesia
541 share this. -
Wakil Ketua Komisi IX: Freeport Lakukan Pengabaian Keselamatan Pekerja
456 share this. -
Golkar: Pak Harto Banyak Meninggalkan Pengagum di Indonesia
427 share this. -
Rekam 423 Video Cabul, Pria Singapura Diadili
267 share this. -
Gunakan Cermin Dua Sisi di Toilet Wanita, Klub Malam Ini Digugat
218 share this.
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru
Indeks Berita ยป
-
Rabu, 22/05/2013 08:22 WIB
Kader PKS Sebaiknya Mundur Jika Terbukti Terima Uang Fathanah
-
Rabu, 22/05/2013 07:38 WIB
Perbaikan Berkas Bacaleg, KPU Tunggu Parpol Hingga Pukul 16.00
-
Rabu, 22/05/2013 07:36 WIB
'Serangan' PKS ke KPK Tidak Menguntungkan Secara Elektoral
-
Rabu, 22/05/2013 07:11 WIB
Baliho Soeharto Mesem
Golkar: Pak Harto Banyak Meninggalkan Pengagum di Indonesia
-
Rabu, 22/05/2013 06:58 WIB
Sore ini SBY Lantik Letjen Moeldoko Sebagai KSAD
-
Rabu, 22/05/2013 07:48 WIB
XTC Meradang karena Klewang
-
Rabu, 22/05/2013 06:40 WIB
PKS, Lupakanlah 5 Besar di Pemilu 2014
-
Rabu, 22/05/2013 07:32 WIB
'Serangan' PKS ke KPK Tidak Menguntungkan Secara Elektoral
-
Rabu, 22/05/2013 07:11 WIB
Golkar: Pak Harto Banyak Meninggalkan Pengagum di Indonesia
-
Rabu, 22/05/2013 06:02 WIB
Rekam 423 Video Cabul, Pria Singapura Diadili
-
Rabu, 22/05/2013 06:00 WIB
Sejumlah Kecelakaan di Tol Terjadi Pagi Ini
-
Rabu, 22/05/2013 06:58 WIB
Sore ini SBY Lantik Letjen Moeldoko Sebagai KSAD
-
Rabu, 22/05/2013 03:07 WIB
Gunakan Cermin Dua Sisi di Toilet Wanita, Klub Malam Ini Digugat
-
360 Komentar
-
238 Komentar
-
229 Komentar
-
211 Komentar
-
210 Komentar
-
208 Komentar
-
174 Komentar
-
162 Komentar
-
Selasa, 21/05/2013 11:43 WIB
15 Tahun Reformasi
Emha Ainun Nadjib: Reformasi Itu Omong Kosong
Budayawan Emha Ainun Nadjib berada di pusaran arus perubahan kekuasaan 1998. Dia adalah salah satu tokoh yang dengan lantang meminta Presiden Soeharto mengundurkan diri dari jabatannya. Tapi reformasi yang terjadi sampai saat ini, kata dia, palsu belaka. Mengapa?
ProKontra
Index »
Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal
Pro
Kontra
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,845.000
- Rp .000
MustRead
close
-
Selasa, 21/05/2013 18:56 WIB
Salim: Desakan Pembubaran PKS Tak Sehat
-
Selasa, 21/05/2013 17:30 WIB
Kata Ibunda ke Tetangga: Biarin Darin Dikawinin, Daripada Dia Hidup Susah
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer








_5.gif)






Kenikmatan nasi goreng khas Indonesia juga tak bisa disangkal Mikhail Kouritsyn. Setiap mampir ke Indonesia, orang Rusia ini takkan lupa menyantapnya.
Dalam Forum Newsmaker Thomson Reuters di Singapura, beberapa waktu lalu, SBY lebih memilih pembangunan yang tak melulu tergantung pada sistem kapitalisme (pasar bebas) atau sosialisme (anti pasar). Jalan ketiga yang menjadi antithesis dari keduanya dianggap SBY lebih pas untuk konteks Indonesia.
