detikcom
Jumat, 20/07/2012 07:50 WIB

Bocah 14 Tahun Bisa Membunuh karena Bertubuh Kuat Tapi Pikirannya Labil

Salmah Muslimah - detikNews
Jakarta - A bocah berusia 14 tahun bisa melakukan pembunuhan sadis terhadap 2 orang dewasa. Menurut Kriminolog Universitas Indonesia (UI) Prof. Adrianus Meliala, faktor yang menyebabkan seorang anak bisa melakukan pembunuhan karena memiliki kemampuan seperti orang dewasa tetapi pikirannya labil.

"Dia memiliki kemampuan sebagai laki-laki dewasa tenaganya besar, tetapi kemampuan dia berfikir itu masih anak-anak," kata Adrianus kepada detikcom, Kamis (19/07/2012).

Menurut anggota Kompolnas ini, setiap orang punya kemampuan untuk berbuat jahat, hal ini dipengaruhi oleh lingkungan tempat tinggal seseorang.

"Semua orang itu punya kemampuan untuk berbuat jahat, ada faktor environment yang bisa memunculkan atau menenggelamkan potensi kejahatan dalam diri seseorang," Ujar Adrianus.

Adrianus menambahkan, dalam kasus si A, dia dipengaruhi oleh rekannya sehingga tega melakukan pembunuhan.

Adrianus mengatakan, ciri-ciri anak muda saat ini hanya mengikuti kata hati dari pada rasio. Menurutnya motif pelaku membunuh korban karena takut dipenjara, jika tidak dibunuh korban yang mengenal pelaku akan melapor ke polisi.

"Ketika dia pukul korban dia takut akan dipenjara, jadi untuk menghilangkan jejak lebih baik membunuh si korban," terang Adrianus.

A mengaku nekat melakukan perbuatan itu karena utang piutang. A berprofesi sebagai pemulung dan memiliki pinjaman uang kepada korban. Kebetulan korban Jordan (50) dan Edward (22) biasa meminjamkan uang kepada yang memerlukan.


(fjp/fjp)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    46%
    Kontra
    54%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel