Jumat, 20/07/2012 07:07 WIB
Waketum PD: Pimpinan Parpol Harusnya Mundur dari Kabinet Tanpa Diminta
"Peringatan Presiden SBY sesuatu yang sangat wajar. Semua yang terlibat di parpol sudah memikirkan bagaimana bekerja untuk parpol sebentar lagi pemilu. Saya kira menteri-menteri itu memikirkan parpol dimana dia bersandar. Apalagi sebagai pimpinan parpol sebentar lagi parpolnya berjuang di pemilu 2014," kata Max kepada detikcom, Jumat (20/7/2012).
Menurut Max, harusnya para menteri dari parpol sadar. Agar tidak membebani tugas pemerintahan. Dengan mundur sukarela dengan memilih fokus mengurus partainya.
"Sebaiknya menterinya yang harus sadar tidak perlu SBY yang mengeluarkan warning. Silahkan saja mundur untuk konsentrasi di partai karena akan menghadapi pemilu 2014," kata Max.
Lagipula kalau diteruskan, menurut Max, justru membebani pemerintahan. Karena tidak fokus dengan tugasnya sebagai menteri.
"Berarti mereka tidak fokus kepada pekerjaannya sebagai menteri, malah lebih banyak mengurus partainya. Lagipula Pak SBY sudah punya datanya jadi tak perlu nunggu dievaluasi,"pungkasnya.
Dinamika politik setelah Ramadan ini dipastikan akan meningkat seiring persiapan parpol menghadapi Pemilu dan Pilpres 2014. Bila ada menteri yang merupakan kader parpol merasa tidak sanggup membagi energinya dengan tugas pemerintahan, Presiden SBY mempersilakan untuk mengundurkan diri secara baik-baik dari KIB II.
"Bagi saudara yang memang tidak bisa membagi waktu dan harus menyukseskan tugas politik parpolnya, saya persilahkan baik-baik untuk mengundurkan diri," ujar SBY dalam pengantar pembukaan rapat kabinet paripurna di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (19/7/2012).
(van/fjp)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
-
Parah! Bercerai dari Istri, Pria Ini Berhubungan Seks dengan Babi
1,905 share this. -
Golkar: Pak Harto Banyak Meninggalkan Pengagum di Indonesia
557 share this. -
Makan di Pendopo Sipanji Banyumas, Megawati Cerita Kondisi Indonesia
542 share this. -
Wakil Ketua Komisi IX: Freeport Lakukan Pengabaian Keselamatan Pekerja
462 share this. -
Jokowi: Saya Nggak Mau, Tahu-tahu Filmnya Jadi
373 share this.
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru
Indeks Berita ยป
-
Rabu, 22/05/2013 16:43 WIB
Dua Perampok Bersenjata Tajam Bobol Rumah di Pasar Minggu
-
Rabu, 22/05/2013 16:42 WIB
Kesan Warga Yogya Usai Bertemu Anggota Kopassus Tersangka Kasus Cebongan
-
Rabu, 22/05/2013 16:39 WIB
PPP Lengkapi Berkas Caleg, Jubir FPI Munarman Mundur
-
Rabu, 22/05/2013 16:38 WIB
Cuci Uang dari Hasil Jualan 7 Kg Sabu, Jafar Dibui 5 Tahun
-
Rabu, 22/05/2013 16:31 WIB
Cerita Politikus PKS Tamsil Linrung Soal Kenakalan Fathanah
-
Rabu, 22/05/2013 15:48 WIB
Gagalkan Upaya Perkosaan, 3 Siswa SMP di Bogor Dipuji Pihak Sekolah
-
Rabu, 22/05/2013 15:45 WIB
Fahri Hamzah: Darin Mumtazah Bagian dari Festival KPK
-
Rabu, 22/05/2013 15:31 WIB
Jokowi Berdoa: Mudah-mudahan 2 RS yang Mundur Layani KJS Cepat Sadar
-
Rabu, 22/05/2013 15:07 WIB
Tetangga Sebut Luthfi Datang ke Rumah Darin dengan Mobil Bernopol B 2 MDF
-
Rabu, 22/05/2013 14:36 WIB
Ahmad Zaky Muncul di Rumah Orangtuanya!
-
Rabu, 22/05/2013 13:29 WIB
Ini Abdulrahman, Bocah SMP Heroik Penolong Korban Percobaan Perkosaan
-
Rabu, 22/05/2013 15:59 WIB
Jokowi Soal Kisruh Warga di Pulogadung: Yang Gusur Pengadilan, Bukan Saya
-
Rabu, 22/05/2013 15:28 WIB
Ini Alasan Sekretaris Mentan Mau Dipanggil Luthfi Hasan ke DPP PKS
-
362 Komentar
-
240 Komentar
-
229 Komentar
-
215 Komentar
-
212 Komentar
-
211 Komentar
-
201 Komentar
-
176 Komentar
-
Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
ProKontra
Index »
Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal
Pro
Kontra
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,845.000
- Rp .000
MustRead
close
-
Rabu, 22/05/2013 14:55 WIB
Ahmad Zaky Ngaku Baru Pulang dari Tipikor dan KPK
-
Rabu, 22/05/2013 14:53 WIB
Paus Tidak Lakukan Pengusiran Setan
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer








_5.gif)






Kenikmatan nasi goreng khas Indonesia juga tak bisa disangkal Mikhail Kouritsyn. Setiap mampir ke Indonesia, orang Rusia ini takkan lupa menyantapnya.
Pembubaran partai politik memang dimungkinkan, namun masih utopis. Akhir-akhir ini, wacana pembubaran partai politik korup kembali menguat. Setidaknya ada tiga momentum yang mendorong wacana publik ini semakin menguat.
