detikcom
Jumat, 20/07/2012 00:22 WIB

Sama dengan Indonesia, Malaysia Tetapkan Awal Ramadan Sabtu 21 Juli

Ramdhan Muhaimin - detikNews
Jakarta - Umat Islam di Malaysia akan memulai puasa di bulan Ramadan 1433 H tahun ini pada Sabtu 21 Juli. Ketetapan tersebut diumumkan pihak Kerajaan Malaysia.

Sebagaimana dilansir Kantor Berita Bernama, Kamis (19/7/2012), Penjaga Segel Raja-raja Malaysia, Datuk Syed Danial Syed Ahmad, malam ini mengumumkan bahwa tanggal awal Ramadan untuk seluruh negara bagian di Malaysia telah ditetapkan jatuh pada hari Sabtu, 21 Juli. Keputusan tersebut dilakukan oleh Yang di-Pertuan Agong setelah mendapatkan persetujuan dari raja-raja.

Pengumuman tersebut juga disiarkan secara langsung oleh televisi nasional Malaysia, RTM (Radio Televisyen Malaysia). Majelis raja-raja Malaysia menyetujui metode yang digunakan dalam menentukan awal bulan Ramadan berdasarkan pengamatan bulan baru (rukyah hilal) dan penghitungan (hisab).

Sementara itu, pemerintah Indonesia juga telah menetapkan 1 Ramadan 1433 H jatuh pada Sabu 21 Juli 2012. Keputusan itu diambil dalam sidang isbat yang digelar Kementerian Agama bersama ormas-ormas dan lembaga-lembaga Islam.

Keputusan berdasarkan laporan dari 38 titik lokasi pemantauan yang tidak melihat hilal pada sore hari tadi. Titik lokasi pemantauan antara lain Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara, Gorontalo, Sulawesi tenggara, Sulut, Sulawesi tengah, NTT, Bali, NTB, Sulsel, Mamuju, Kalteng, Kaltim, Kalbar, Kaltim, Kalsel, Jatim, DIY, Jateng, hingga Aceh.


Simak rangkuman aneka berita penting dan menarik sepanjang hari ini di "Reportase Malam" Pukul 0.30 WIB hanya di TransTV

(rmd/fjp)





Sponsored Link
Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019

Dalam berbagai survei, nama Gubernur DKI Jokowi menempati posisi teratas capres potensial 2014. Suara-suara yang menginginkan Jokowi maju menjadi Capres di Pilpres 2014 juga cukup kencang. Tetapi menurut peneliti politik senior LIPI, Siti Zuhro, Jokowi akan lebih kuat jika berkompetisi di Pilpres 2019. Bila Anda setuju dengan Siti Zuhro, pilih Pro!
Pro
34%
Kontra
66%