Kamis, 19/07/2012 22:36 WIB
Rusia dan Cina memveto resolusi DK soal Suriah
Rusia dan Cina memveto resolusi Dewan Keamanan PBB, hari Kamis (19/07), yang mengusulkan sanksi lanjutan terhadap Presiden Suriah Bashar al-Assad.
Dalam rancangan resolusi disebutkan PBB akan mengeluarkan sanksi bila Presiden Assad terus memakai persenjataan berat dalam menghadapi perlawanan oposisi.
Disebutkan pula bahwa rencana perdamaian Kofi Annan -utusan internasional untuk masalah Suriah- akan diperkuat dengan Bab 7 Piagam PBB, dengan harapan Dewan Keamanan akan memiliki kewenangan menjatuhkan sanksi, mulai dari sanksi ekonomi, diplomatik, hingga intervensi militer.
Negara-negara Barat -yang diwakili Inggris, Prancis, Jerman, dan Amerika Serikat- mengatakan resolusi ini berfokus ke pemberian sanksi ke Suriah, bukan campur tangan militer.
Di dalamnya secara spesifik ditulis bahwa Suriah akan dijatuhi sanksi bila tidak menarik persenjataan berat dari berbagai kota dalam kurun 10 hari.
Namun sebelum pemungutan suara, Rusia sudah menegaskan bahwa mereka menolak dimasukkanya Bab 7 ke dalam prakarsa Annan.
Untuk ketiga kalinya Rusia dan Cina mementahkan upaya Dewan Keamanan dalam menekan pemerintah di Damaskus untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama 16 bulan dan menewaskan ribuan orang.
Atas sikap Rusia dan Cina ini, Inggris dan Prancis mengatakan sangat kecewa.
"Tindakan Rusia dan Cina sama dengan melindungi rezim yang brutal. Mereka lebih mementingkan kepentingan sendiri daripada jutaan rakyat Suriah," kata Mark Lyall, duta besar Inggris untuk PBB.
Duta Besar Prancis untuk PBB, Gerard Araud, mengtakan keputusan Rusia dan Cina tidak akan melemahkan upaya negaranya membantu rakyat Suriah.
"Kami tidak akan berhenti hanya karena dua veto ini. Kami akan terus membantu oposisi Suriah mewujudkan transasi demokrasi," kata Araud.
Dalam pemungutan suara di Dewan Keamanan, 11 negara mendukung, sementara dua negara abstain.
Lima belas negara anggota Dewan Keamanan akan bertemu kembali membahas mandat pemantau tak bersenjata di Suriah pada Jumat malam.
(bbc/bbc)
Dalam rancangan resolusi disebutkan PBB akan mengeluarkan sanksi bila Presiden Assad terus memakai persenjataan berat dalam menghadapi perlawanan oposisi.
Disebutkan pula bahwa rencana perdamaian Kofi Annan -utusan internasional untuk masalah Suriah- akan diperkuat dengan Bab 7 Piagam PBB, dengan harapan Dewan Keamanan akan memiliki kewenangan menjatuhkan sanksi, mulai dari sanksi ekonomi, diplomatik, hingga intervensi militer.
Negara-negara Barat -yang diwakili Inggris, Prancis, Jerman, dan Amerika Serikat- mengatakan resolusi ini berfokus ke pemberian sanksi ke Suriah, bukan campur tangan militer.
Di dalamnya secara spesifik ditulis bahwa Suriah akan dijatuhi sanksi bila tidak menarik persenjataan berat dari berbagai kota dalam kurun 10 hari.
Namun sebelum pemungutan suara, Rusia sudah menegaskan bahwa mereka menolak dimasukkanya Bab 7 ke dalam prakarsa Annan.
Inggris dan Prancis kecewa
Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, menggambarkan usul ini sebagai tak lebih dari upaya memeras dan mengancam Suriah.Untuk ketiga kalinya Rusia dan Cina mementahkan upaya Dewan Keamanan dalam menekan pemerintah di Damaskus untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama 16 bulan dan menewaskan ribuan orang.
Atas sikap Rusia dan Cina ini, Inggris dan Prancis mengatakan sangat kecewa.
"Tindakan Rusia dan Cina sama dengan melindungi rezim yang brutal. Mereka lebih mementingkan kepentingan sendiri daripada jutaan rakyat Suriah," kata Mark Lyall, duta besar Inggris untuk PBB.
Duta Besar Prancis untuk PBB, Gerard Araud, mengtakan keputusan Rusia dan Cina tidak akan melemahkan upaya negaranya membantu rakyat Suriah.
"Kami tidak akan berhenti hanya karena dua veto ini. Kami akan terus membantu oposisi Suriah mewujudkan transasi demokrasi," kata Araud.
Dalam pemungutan suara di Dewan Keamanan, 11 negara mendukung, sementara dua negara abstain.
Lima belas negara anggota Dewan Keamanan akan bertemu kembali membahas mandat pemantau tak bersenjata di Suriah pada Jumat malam.
(bbc/bbc)
Berita Terbaru
Indeks Berita ยป
-
Minggu, 19/05/2013 15:54 WIB
Sutradara klaim Saudi kini lebih toleran
-
Minggu, 19/05/2013 14:34 WIB
Jaringan internet di Iran koma
-
Minggu, 19/05/2013 13:27 WIB
500 Benda Seni Dicuri Tak Ketahuan Rimbanya Pasca Sang Kolektor Mangkat
-
Minggu, 19/05/2013 13:24 WIB
Ayah Wamenlu Suriah Diculik
-
Minggu, 19/05/2013 10:37 WIB
Politisi perempuan pakistan ditembak
-
Senin, 20/05/2013 08:45 WIB
Menolak KJS, 50 Dokter Indonesia Bersatu Demo di Bundaran HI
-
Senin, 20/05/2013 07:21 WIB
Kisah Luthfi Hasan di Tukang Cukur
-
Senin, 20/05/2013 07:41 WIB
Jimat Aneh Raja Klewang
-
Senin, 20/05/2013 08:17 WIB
Mobil Pajero Sport Milik Luthfi yang Disita KPK Pakai Nopol Palsu?
-
Senin, 20/05/2013 08:51 WIB
Sidak di Lapas Sukamiskin, Ada iPad di Sel Andrian Waworuntu
-
Senin, 20/05/2013 09:03 WIB
Ini 3 Hakim Agung yang Kalahkan Konglomerat Swedia Pemilik IKEA
-
Senin, 20/05/2013 08:27 WIB
Pengacara Akan Tanya Luthfi di Guntur Soal Arti Fushtun dan Jawi Syarkiyah
-
Senin, 20/05/2013 07:59 WIB
Luthfi Pakai Nama Ahmad Zaki untuk Rumah di Pasar Minggu
-
348 Komentar
-
233 Komentar
-
228 Komentar
-
211 Komentar
-
209 Komentar
-
208 Komentar
-
201 Komentar
-
173 Komentar
-
Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
ProKontra
Index »
Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS
Pro
Kontra
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,837.000
- Rp .000
MustRead
close
-
Senin, 20/05/2013 03:00 WIB
Kehabisan Bensin, Pencuri Motor Dibekuk Polisi Usai Beraksi
-
Senin, 20/05/2013 00:22 WIB
Korban Runtuhan Tambang Freeport di Papua Bertambah Jadi 8
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer

.gif)
Namanya Markamah. Semangat perempuan berusia 46 tahun ini tak pernah padam untuk menyalakan lilin pendidikan di tempat-tempat marjinal. Mulai dari memberantas buta huruf di Marunda, mengajar anak-anak PSK di Jakarta Barat hingga kini menjalankan roda sekolah semi permanen yang dikepung pabrik.
Prinsip Sun Tzu dalam bukunya The Art of War, “Pertahanan Terbaik adalah Menyerang” nampaknya sedang diadopsi oleh PKS saat terjepit berhadapan dengan kasus hukum di KPK. Upaya perlawananoleh PKS yaitu melaporkan sejumlah penyidik dan jubir KPK kepada Kepolisian.

