Detik.com News
Detik.com

Kamis, 19/07/2012 18:41 WIB

Menteri Agama: Kemungkinan 1 Ramadan Jatuh Sabtu 21 Juli

Rina Yuliana,rvk - detikNews
Menteri Agama: Kemungkinan 1 Ramadan Jatuh Sabtu 21 Juli
Jakarta - Sidang isbat yang digelar Kementerian Agama petang ini akan menentukan kapan jatuhnya 1 Ramadan. Meski sidang belum dimulai, Menteri Agama Suryadharma Ali menyatakan kemungkinan 1 Ramadan jatuh pada Sabtu, 21 Juli 2012.

"Bahwa berdasarkan hisab hilal tidak terlihat di seluruh wilayah Indonesia, dengan demikian kemungkinan 1 Ramadan jatuh pada 21 Juli. Namun kita masih tunggu konfirmasi dari hasil rukyat," ujar Suryadharma pada acara pemaparan perkiraan hilal di Gedung Kemenag, Jalan MH. Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (19/7/2012).

Ia menambahkan pengumuman isbat ini adalah gabungan dari rukyat dan hisab. "Jadi kita tunggu hasil rukyatnya dari berbagai titik di tanah air," lanjutnya.

Pengumuman hasil sidang isbat akan dipaparkan pada pukul 19.30 WIB. Sementara sidang isbat sendiri baru akan dimulai pukul 19.00 WIB.

"Pada sidang itu kita kana mendengar laporan-laporan, dari yang melakukan rukyat di berbagai titik. Dari laporan rukyat baru kita ambil keputusan," ujar Suryadharma.

Suryadharma juga menyayangkan ketidakhadiran Muhammadiyah dalam sidang isbat ini. Namun ia tidak mau menjawab pertanyaan wartawan mengenai perbedaan hisab Muhammadiyah dan pemerintah.

"Kalau soal itu jangan dipertentangkan. Tapi ini kan perhitungan itu pada dasarnya ada ilmunya. Jadi ini bukan masalah like or dislike. Dan ahli-ahli yang ada di sini memnyampaikan berdasarkan ilmunya masing-masing," pungkasnya.



Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(rmd/nrl)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%