Kamis, 19/07/2012 17:42 WIB

SBY Usul Pidato Nota RAPBN Dilaksanakan Malam Hari

Luhur Hertanto - detikNews
Jakarta - Untuk ketiga kalinya pelaksanaan pidato kenegaraan tahunan dan nota pengantar RAPBN di hadapan DPD dan MPR akan berlangsung pada bulan Ramadan. Belajar dari pengalaman sebelumnya, Presiden SBY mengusulkan penyesuaian jadwal sehingga agenda penting tersebut dapat terlaksana lebih efektif.

"Bagaimana bila nota RAPBN 2013 disampaikan malam hari sebelum pidato kenegaraan, maka tanggal 15 Agustus selepas tarawih. Kemudian esok paginya pidato kenegaraan," ujar SBY dalam pembukaan sidang kabinet paripurna di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (19/7/2012).

Tujuan penyesuaian jadwal tersebut, bertujuan agar proses pembahasannya dapat berjalan lebih fokus. Sebab, menurut SBY, pelaksanaan pidato joint session yang dilaksanakan secara beruntun dua tahun lalu, tidak efektif baik bagi pembicara maupun audiensnya.

"Kalau saya pidato satu hari mulai pagi sampai siang pidato RAPBN lalu jeda satu jam disambung pidato kenegaraan, itu audienspun juga memiliki tantangan tersendiri," kata SBY.

Sebelumnya dia mengingatkan kepada para menteri untuk mempersiapkan materi yang kontektual untuk bahan pidato kenegaraan dan nota keuangan pengantar RAPBN 2013 tersebut. Khususnya mencakup hal-hal yang menjadi perhatian masyarakat luas.



Seorang Balita Tercebur Ke Dalam Kuali Panas. Saksikan selengkapnya di "Reportase Pagi" pukul 04.30 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(lh/trq)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%