detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Jumat, 18/04/2014 20:46 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Kamis, 19/07/2012 13:01 WIB

9 Tokoh di Dunia yang Tewas Diracun

Nograhany Widhi K - detikNews
Index Artikel Ini  Klik "Next" untuk membaca artikel selanjutnya « Prev 6 dari 10 Next »
(dok Wikipedia)
5. Stepan Bandera

Stepan Bandera adalah politisi Ukraina, pemimpin gerakan nasionalis Ukraina. Dia bekerja sama dengan Nazi pada 1939-1941, kemudian dipenjara oleh Nazi pada 1941 dan dibebaskan pada 1944.

Pada 15 Oktober 1959, Bandera mendadak sakit di Munich, Jerman, dan meninggal sesaat kemudian. Pemeriksaan medis menyatakan penyebab kematian Bandera adalah gas sianida.

2 Tahun kemudian, 17 November 1961, pengadilan Jerman mengumumkan bahwa Bandera dibunuh oleh agen KGB Bohdan Stashynsky, atas suruhan Kepala KGB Alexander Shelepin dan PM Uni Soviet Nikita Khrushchev. Sidang yang berlangsung pada 8-15 Oktober 1962 di Jerman ini membuktikan bahwa Dinas Rahasia Soviet berada di balik pembunuhan Bandera.

Presiden Ukraina Victor Yuschenko pada 2010 memberi gelar pahlawan pada Bandera. Namun hal ini tampaknya menyinggung kaum Yahudi dan Rusia. Gelar ini kemudian diputuskan ilegal oleh pengadilan Ukraina pada 2010 dan dicabut oleh Presiden Ukraina Viktor Yanukovych pada awal 2011.

Next page :
6. Theodore Romzha


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
79%
Kontra
21%