detikcom
Kamis, 19/07/2012 12:54 WIB

Hindari Suap Bandar Narkoba, BNN Diprioritaskan Dapat Remunerasi

Robert - detikNews
Samarinda - Badan Narkotika Nasional (BNN) tahun ini akan mendapatkan dana tunjangan kinerja (remunerasi). Remunerasi dimaksudkan untuk meminimalisir terjadinya penyalahgunaan tugas dan tanggungjawab pegawai BNN dalam menjalankan pekerjaannya.

"BNN dan jajaran di bawahnya segera mendapatkan remunerasi karena sudah mendapat persetujuan DPR RI," kata Kepala BNN Gories Mere, usai melantik Kepala BNN Provinsi Kaltim Maridup Samosir Pakpahan, di Ruang Serbaguna Kantor Gubernur Kaltim, Kamis (19/7/2012) siang WITA.

Menurut Gories Mere, meski BNN merupakan lembaga yang baru dibentuk, namun Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sudah menginstruksikan agar BNN mendapat prioritas pertama.

"Meski baru dibentuk beberapa tahun lalu, tapi perintah dari pimpinan negara (BNN) untuk segera mendapatkan pritoritas yang pertama remunerasi gajinya," ujar Gories.

"Ini menjadi upaya pemerintah dan negara, untuk mencegah dan menghentikan, jangan sampai BNN tergoda dalam menjalan tugas-tugasnya," tambahnya.

Gories menegaskan, sindikat narkoba merupakan jaringan peredaran narkoba yang mampu menghasilkan uang yang banyak dalam waktu singkat. Sindikat narkoba juga memiliki anggaran tidak terbatas untuk mengintervensi petugas.

"Mereka (sindikat narkoba) memiliki dana unlimited, untuk sekaligus bisa mempengaruhi, membeli dan membayar petugas untuk memuluskan upayanya mengedarkan narkoba," sebut Gories Mere.

"(Besaran remunerasi) Sesuai dengan ketentuan yang ada, sama dengan pejabat pemerintahan lainnya. Mungkin dalam beberapa waktu ke depan, akan dibayarkan oleh Kemenkeu," ungkap Gories Mere tanpa merinci besaran dana remunerasi yang akan diterima BNN dan jajarannya hingga BNN Kota.

Di Samarinda, selain melantik Kepala BNN Provinsi Kaltim Maridup Samosir Pakpahan yang menggantikan Sabar Sinaga, Gories Mere juga meresmikan kantor BNN Provinsi Kaltim di atas lahan seluas 2.000 meter persegi dan BNN Kota Samarinda di atas lahan 1.437 meter persegi.

Selain itu, secara simbolis juga diresmikan kantor BNN Kota Balikpapan di lahan seluas 1.000 meter persegi serta kantor BNN Kota Tarakan di atas lahan seluas 600 meter persegi. Peredaran narkoba di Kaltim dinilai rawan mengingat lokasinya yang strategis dan berbatasan dengan Sarawak serta Sabah Malaysia.

Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(try/try)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Jokowi Harus Dengarkan Informasi KPK agar Ciptakan Kabinet Bersih

KPK mengatakan 43 nama calon menteri yang diberikan Jokowi, setengahnya memiliki rapor merah atau incaran KPK. Pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana mengimbau agar Jokowi harus mendengarkan informasi dari KPK tersebut agar dapat menciptakan kabinet yang bersih.Bila Anda setuju dengan Ari Dwipayanya, pilih Pro!
Pro
60%
Kontra
40%