Detik.com News
Detik.com

Rabu, 18/07/2012 19:34 WIB

Polisi: Pelaku Pembunuhan Sadis di Bojong Gede Lebih dari 1 Orang

Ahmad Toriq - detikNews
Jakarta - Polisi masih mendalami kasus perampokan dan pembunuhan sadis di Bojong Gede, Depok, Jawa Barat. Malam ini polisi akan memeriksa lima orang saksi. Pelaku pembunuhan atas Jordan (50) dan anaknya Edwar (22) diperkirakan lebih dari satu orang.

"Lima orang akan kita periksa," kata Kapolsek Bojong Gede, Kompol Bambang Irianto, kepada detikcom, Rabu (18/7/2012).

Bambang menjelaskan polisi saat ini masih berada di lokasi. Saat ini petugas masih mengumpulkan keterangan dari sekitar lokasi kejadian.

"Kita coba urai. Kita panggil saksi, saksi korban, saksi yang dengar ada suara motor jam berapa, saksi yang kemungkinan melihat. Masih kita selidiki," paparnya.

Bambang menduga pelakunya lebih dari satu orang. "Kalau melihat korbannya ada dua orang, kemungkinan pelakunya lebih dari satu orang," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, Jordan Ratumoron (50) dan anaknya Edwar tewas dengan luka-luka di kepala. Ayah dan anak ini ditemukan tak bernyawa di kamar mandi rumah mereka di Perumahan Satria Jingga, Bojong Gede, Depok, Jabar.

Keduanya diduga dibunuh perampok. Bambang juga menegaskan, bahwa dari rumah korban yang hilang hanya motor Jupiter Z dan beberapa barang lainnya.



Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(trq/ndr)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 23/02/2015 10:27 WIB
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif Wakil Kapolri Komjen Badrodin Haiti diusulkan Presiden Jokowi menjadi calon Kapolri. Komjen Badrodin mengakui masih banyak perbaikan yang perlu dilakukan di jajaran Polri. Dia juga dengan besar hati mengakui masih banyak penyimpangan yang perlu ditertibkan. Apa saja?
ProKontra Index »

MA Harus Turun Tangan Setop 'Sarpin Effect'!

Putusan hakim PN Jaksel Sarpin Rizaldi yang memperbolehkan status tersangka jadi materi gugatan praperadilan berpotensi menimbulkan kekacauan hukum di Indonesia. "MA harus menyetop. Segera batalkan putusan Sarpin. Kalau tidak, semua tersangka akan melakukan hal yang sama," jelas FH Unsoed Purwokerto, Prof Dr Hibnu Nugroho. Bila Anda setuju dengan Prof Hibnu, pilih Pro!
Pro
95%
Kontra
5%