Rabu, 18/07/2012 16:48 WIB

Panwaslu Belum Cium Money Politics di Pilgub DKI Putaran Pertama

Silvanus Alvin - detikNews
Jakarta - Panwaslu DKI Jakarta belum menemukan adanya money politics dalam pilgub DKI putaran pertama menyusul ditemukannya 43 saksi dari pasangan salah satu cagub DKI yang menerima uang. Saksi yang menerima uang dari salah satu pasangan dikategorikan bukan money politics.

"Ya 43 itu saksi. Ya nggak ada masalah (bukan money politics)," ujar Ramdhansyah, Ketua Panwaslu DKI Jakarta di kantor Panwaslu, Jl Suryopranoto, Jakarta Pusat, Rabu (18/7/2012).

Menurut Ramdhansyah, pada 13 Juli ada pihak yang melapor ke Panwaslu tentang serangan fajar pada 10 Juli 2012 lalu sekitar pukul 03.00 WIB-06.30 WIB. Uang yang diberikan Rp 50 ribu-75 ribu.

Lantas, pihaknya memanggil pelapor untuk melengkapi bukti. Pelapor dimintai keterangan antara lain di mana saat insiden itu terjadi.

Pelapor, lanjut Ramdhansyah, mengatakan berada di Ciganjur, Jakarta Selatan saat serangan fajar berlangsung.

Ramdhansyah menambahkan pelapor tersebut membenarkan jika ada serangan fajar pada 10 Juli 2012. Nilai pembagian uang adalah Rp 75 ribu. Namun pemberian uang tersebut untuk saksi.

"Pembagian uang Rp 75 ribu. DP-nya Rp 50 ribu dulu untuk 43 orang. Tapi mereka ini adalah saksi," ucap Ramdhansyah.

(nik/vit)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
      Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
      Gb Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    67%
    Kontra
    33%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel