Rabu, 18/07/2012 12:46 WIB

Panwaslu DKI Usulkan Lebih dari 200 Nama untuk Data Tambahan DPT

Silvanus Alvin - detikNews
Jakarta - Panwaslu DKI Jakarta banyak menerima laporan masyarakat terkait pelanggaran selama Pilgub DKI berlangsung. Utamanya, laporan yang masuk terkait tidak terdatanya seseorang di Daftar Pemilih Tetap (DPT) ataupun Daftar Pemilih Sementara (DPS) mendominasi. Oleh karenanya, Panwaslu akan mengusulkan 200 nama tambahan untuk DPT.

"Ada kejadian pada 11 Juli banyak pemilih yang tidak dimasukkan namanya. Nah, jadi perlu ada perubahan penetapan data DPT, karena lebih dari 200 orang tidak terdaftar di DPT," kata Ketua Panwaslu DKI, Ramdansyah, kepada wartawan di kantornya, Jalan Suryopranoto, Jakarta Pusat, Rabu (18/7/2012).

Ramdansyah mengatakan perlu ada perubahan data DPT, namun bukan pemutakhiran. Data DPT yang digunakan untuk putaran kedua nanti tetap data yang lama.

"Di sini perubahan data itu bukan menambahkan pemilih yang ada, tetapi tetap memakai DPT yang lama. Hanya yang sekitar 200 orang itu dimasukkan saja," ujar Ramdansyah.

Jadi, dia menjelaskan, seseorang yang berumur 17 tahun pada saat usai pemungutan suara putaran satu hingga pemungutan putaran dua nanti tidak bisa mencoblos. "Yang nantinya akan berumur 17 tahun saat 20 September nggak dimasukkan, karena udah di DPT. Ini bukan pemutakhiran data," terangnya.

Panwaslu berencana untuk menyerahkan surat rekomendasi perubahan data tersebut ke KPU pada 23 Juli mendatang. Selanjutnya Panwaslu akan menunggu tanggapan KPU.

(trq/nwk)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
      Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
      Gb Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    77%
    Kontra
    23%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel