Rabu, 18/07/2012 01:06 WIB

Sidang Wa Ode: Irgan Chairul Disebut Biasa Main Anggaran Kesehatan

Ferdinan - detikNews
Jakarta - Politikus senior Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Irgan Chairul Mahfiz, disebut biasa bermain anggaran alokasi bidang kesehatan di DPR. Hal ini disampaikan Wa Ode Nurhayati usai persidangan di Pengadilan Tipikor, Jakarta.

Wa Ode mengaku sering dihampiri Haris Surahman. Haris dalam dakwaan Wa Ode ikut mengurus alokasi dana penyesuaian infrastruktur daerah (DPID).

"Haris pernah ngatakan 'ayo Bu main anggaran. Saya biasa main anggaran dengan Pak Irgan untuk kesehatan'. Haris bilang ke saya, Anda banggar? Iya banggar, saya (Haris) biasanya main anggaran dengan Pak Irgan," tutur Wa Ode menirukan perkataan Haris saat berupaya mendekati dirinya.

Namun, Wa Ode mengaku tidak mengetahui kebenaran perkataan Haris tersebut. Sebelumnya Fahd Arafiq juga mengaku ditawari nama Irgan, Wakil Ketua Komisi IX untuk mengurus alokasi DPID di 3 kabupatenn Nangroe Aceh Darussalam.

Namun, akhirnya Haris memilih Wa Ode Nurhayati untuk membantu meloloskan alokasi DPID tahun anggaran 2011.

"Waktu itu (Haris) pertama bilang Pak Irgan PPP. Dia (Haris) bilang ini sakti bos," kata Fahd saat bersaksi untuk terdakwa Wa Ode di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Selasa (17/7/2012).

Tapi Haris langsung menawarkan nama Wa Ode untuk membantu Fahd mengurus alokasi DPID di Kabupaten Aceh Besar, Pidie Jaya, dan Bener Meriah.

"Oh ternyata (Irgan) slotnya sudah penuh, kita ganti orang lagi (Wa Ode),ini lebih sakti bos," tutur Fahd menirukan perkataan Haris saat berkomunikasi dengan dirinya.

Fahd mengaku ditawarkan Haris untuk mengurus alokasi DPID sebelum Oktober 2010. "Bos ada barang nih ente mau nggak," tiru Fahd mengutip tawaran Haris.

Barang yang dimaksud Fahd adalah DPID. Fahd kemudian menghubungi 3 bupati dari kabupaten yang ingin dimasukkan sebagai penerima DPID. Selain Irgan, nama Tamsil Linrung dan Mirwan Amir juga disebut dalam sidang hari ini.

"Kalau untuk Aceh Besar dan Bener Meriah yang urus orang Demokrat Mirwan Amir. Kalau untuk Pidie Jaya yang urus PKS, Tamsil Linrung," kata Fahd. Hal ini diketahui Fahd dari Kadis Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Bener Meriah, Armaida.
(fdn/mok)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 21/05/2013 11:43 WIB
      15 Tahun Reformasi
      Emha Ainun Nadjib: Reformasi Itu Omong Kosong
      Gb Budayawan Emha Ainun Nadjib berada di pusaran arus perubahan kekuasaan 1998. Dia adalah salah satu tokoh yang dengan lantang meminta Presiden Soeharto mengundurkan diri dari jabatannya. Tapi reformasi yang terjadi sampai saat ini, kata dia, palsu belaka. Mengapa?
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    88%
    Kontra
    12%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel
    MustRead close