detikcom
Rabu, 18/07/2012 00:25 WIB

Meski Siap Jadi Capres, Prabowo Pilih Wait and See

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews
Jakarta - Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto, mengahadiri pertemuan forum Keluarga Besar Kesatuan Aksi Pemuda Pelajar Indonesia Angkatan 66 (FKB KAPPI 66) untuk meminta dukungan dalam Pemilihan Presiden 2014. Tapi dalam kesempatan tersebut dirinya tidak mau berbesar hati dalam Pilpres mendatang.

Pantauan detikcom, acara yang berlangsung sejak pukul 19.30 WIB itu terlihat ratusan pendukung Prabowo mengenakan kaos FKB KAPPI 66 memadati Gedung Padepokan Pencak Silat Taman mini. Ada juga Sekjen Partai Gerinda, Ahmad Muzani dan beberapa tokoh agama lainnya.

"Kita akan lihat kondisi di akar rumput, kalau saya diminta menjadi peresiden, saya akan siap. Karena pemilu masih lama, kita lihat saja," ujar Prabowo Selasa, (17/7/2012).

Dalam kesempatan yang sama, Ketua FKB KAPPI 66 Bambang Heryanto mengaku sangat siap mendukung Prabowo untuk maju Pilpres 2014. Ia melihat Prabowo adalah sosok yang sangat bersahabat dan mempunyai jiwa pemimpin yang kuat.

"Saya terkesan sosok saudara prabowo, Dia orang yang besahabat. Waktu belum militer dia mau hidup susah masih mau tinggal di desa," katanya.

Bambang menjelaskan meskipun Pilpres 2014 itu masih jauh, tapi ini dirasakan sudah dekat. Namun permasalahnya harus diperoleh dengan prosedur yang sulit.

"Meskipun kita tahu kecurangan pemilu. Walaupun untuk kebaikan itu akan sangat sulit. Dan ini sudah tidak ada pilihan lagi, ini seharusnya sudah jauh hari tapi inilah waktunya untuk mendeklarasikan beliau sebagai calon presiden," tandasnya.

(edo/mok)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    46%
    Kontra
    54%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel