BBC Indonesia
Selasa, 17/07/2012 22:34 WIB

Koran Prancis terbitkan pembicaraan Merah dan polisi

BBCIndonesia.com - detikNews
Mohamed Merah

Merah mengaku membunuh sebagai balasan atas pembunuhan terhadap orang Islam.

Surat kabar Prancis Liberation menerbitkan transkrip pembicaraan setebal 173 halaman, antara Mohamed Merah dan para perunding polisi.

Merah menewaskan tiga tentara, empat warga Yahudi, termasuk tiga anak-anak, dalam aksi Maret lalu, sebelum ditembak mati oleh aparat keamanan Prancis.

Transkrip ini memuat percakapan polisi dan Merah ketika ia bersembunyi di rumahnya di Toulouse, Prancis barat daya.

Upaya mencari Merah melibatkan pengerahan besar-besaran aparat keamanan dan berakhir dengan penembakan Merah di apartemennya.

Dalam pembicaraan ini, Merah mengatakan ia melancarkan serangan sebagai balas dendam atas konflik di negara-negara Muslim.

"Saya tidak sembarangan memilih korban. Saya tidak akan membunuh anak-anak seandainya Anda tidak membunuh anak-anak kami," kata Merah.

"Saya membunuh tentara Prancis karena di Afghanistan mereka membunuh saudara-saudara saya. Saya membunuh orang Yahudi karena orang-orang Yahudi membunuh orang-orang tak berdosa di Palestina," katanya.

Merah (23 tahun) menjelaskan jika ia membunuh warga sipil kebanyakan, Prancis akan menyebut dirinya sebagai teroris gila dari al-Qaida.

Merasa lebih tenang

aparat keamanan

Pencarian Merah melibatkan aparat keamanan dalam jumlah besar.

Ia juga mengatakan pada awalnya sulit melakukan pembunuhan tapi ia mengaku merasa tenang setelah melakukan aksi tersebut.

"Karena hati saya menjadi lebih tenang, saya kemudian ingin melakukannya lagi," ungkapnya.

"Dan setiap kali saya membunuh (seseorang), saya merasa lebih tenang," kata Merah.

Ini bukan kali pertama media memberitakan dokumen yang semestinya bersifat rahasia.

Namun Liberation mengatakan mereka merasa perlu menerbitkan transkrip ini sebagai salah satu bentuk kritik terhadap kerja polisi.

Beberapa waktu lalu keluarga korban serangan Merah marah setelah stasiun televisi TF1 menyiarkan beberapa percakapan antara Merah dan aparat keamanan.

Pengacara korban mengatakan mereka akan membawa kasus ini ke pengadilan dengan harapan media di masa depan tidak bisa menyiarkan rekaman pembicaraan Merah.

Polisi sendiri mengatakan telah melakukan penyelidikan untuk mengetahui bagaimana rekaman ini jatuh ke tangan wartawan.

Menteri Dalam Negeri Prancis, Manuel Valls, mengecam tindakan TF1, dengan mengatakan penyiaran rekaman Merah menunjukkan rendahnya simpati dan penghormatan kepada korban.

(bbc/bbc)



Berita Terbaru Indeks Berita ยป
  • Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
    Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
    Gb Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
ProKontra Index »

Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
Pro
58%
Kontra
42%
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
  • Rp .000
  • Rp .000