detikcom
Selasa, 17/07/2012 22:11 WIB

Bajaj yang Ditabrak Kereta Api di Jembatan Besi Hancur

Moksa Hutasoit - detikNews
Jakarta - Sebuah bajaj tertabrak kereta api di perlintasan Jembatan Besi, Jakarta Barat. Kondisi bajaj bernopol B 2643 LE itu pun ringsek berat.

"Bajajnya rusak parah," kata salah satu warga yang berada di lokasi, Sidik, kepada detikcom, Selasa (17/7/2012).

Sidik menceritakan, kejadian itu terjadi sekitar pukul 19.00 WIB. Selain Bajaj, ada juga Toyota Rush bernopol B 2548 IM dan juga dua motor bernopol B 6807 BMH serta B 3068 BLS.

Kondisi Rush, lanjut Sidik, tidak terlampau rusak. "Bagian belakangnya saja, tapi kayaknya masih bagus deh," jelas Sidik.

Sidik tidak mengetahui awal musababnya kecelakaan itu. Namun dia menduga kecelakaan itu karena lalu lintas yang sangat macet saat kereta api melintas.

Beruntung kereta tidak sedang melaju kencang karena jarak perlintasan dengan stasiun terdekat, tidak terlampau jauh.

"Jadi kan macet, jadi kayaknya mobilnya nggak bisa gerak di perlintasan," jelas Sidik.

Informasi yang didapat dari akun twitter milik TMC Polda Metro, korban luka-luka bernama Warjo (40 tahun) pengemudi Bajaj.


Ikuti berbagai peristiwa hangat yang terjadi hari ini di "Reportase Sore", Pukul 16.30 WIB, Hanya di TRANS TV

(mok/mok)





Sponsored Link
Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru Indeks Berita »
  • Senin, 17/06/2013 18:39 WIB
    Dirjen KA Tundjung Inderawan Bicara Mental Penumpang dan Seramnya MRT Subway
    Gb Seraya membangun infrastruktur seperti stasiun dan rel kereta api, Kemenhub juga mengkhawatirkan mental penumpang kereta yang belum tertib. Apalagi, teknologi maju kereta bawah tanah bakal dibangun di Jakarta. Kekhawatiran timbul bila perilaku penumpang KA masih timpang dengan teknologi transportasi.
ProKontra Index »

Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019

Dalam berbagai survei, nama Gubernur DKI Jokowi menempati posisi teratas capres potensial 2014. Suara-suara yang menginginkan Jokowi maju menjadi Capres di Pilpres 2014 juga cukup kencang. Tetapi menurut peneliti politik senior LIPI, Siti Zuhro, Jokowi akan lebih kuat jika berkompetisi di Pilpres 2019. Bila Anda setuju dengan Siti Zuhro, pilih Pro!
Pro
34%
Kontra
66%