detikcom
Selasa, 17/07/2012 20:56 WIB

Usai Diperiksa KPK, Pejabat Kemenag Bungkam

Ahmad Toriq - detikNews
Jakarta - Tujuh pejabat Kementerian Agama hari ini diperiksa oleh KPK. Usai diperiksa, mereka kompak bungkam.

Pantauan detikcom di Gedung KPK, Jl HR Rasuna Said, Jakarta, Selasa (17/7/2012), enam orang pejabat Kemenag yang telah diperiksa KPK keluar sekitar pukul 19.30 WIB. Mereka berjalan kaki karena tak ada mobil jemputan.

Beberapa waktu sebelumnya, Direktur Urais dan Pembinaan Syariah, Ahmad Jauhari, telah keluar lebih dulu. Sama seperti enam lainnya, dia juga bungkam dan langsung menuju mobil jemputannya.

Seperti diketahui KPK hari ini memeriksa tujuh pejabat Kemenag terkait dugaan kasus korupsi pengadaan alat lab komputer madrasah dan pengadaan Alquran. Ketujuh pejabat itu adalah Ahmad Jauhari, Abdul Karim (sekretaris Bimas Islam), Syahrul Z, Mustafa, Edy Junaedi, Muh Zein, dan Ashari.

Sebelumnya KPK juga sudah menetapkan dua tersangka untuk kasus ini. Mereka adalah anggota Komisi VIII DPR, Zulkarnaen Djabbar, dan pihak swasta Dendy Prasetya.


Bahan makanan sisa restoran dimanfaatkan oknum pedagang curang. Kemana saja produk olahan mereka dijual? Saksikan penelusurannya di "Reportase Investigasi" pukul 16.45 WIB, hanya di Trans TV.

(trq/mok)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
      Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
      Gb Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    55%
    Kontra
    45%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel
    • Rp .000
    • Rp .000
    MustRead close