detikcom
Selasa, 17/07/2012 20:03 WIB

Gubernur Bali Menangkan Gugatan Atas Bali Post Soal Berita Bohong

Gede Suardana - detikNews
Dok detikcom
Jakarta - Gubernur Bali, Made Mangku Pastika, memenangkan gugatannya atas Bali Post. Media-media yang digugat diminta meminta maaf di halaman depan di 6 media setempat.

Putusan disampaikan Ketua Majelis Hakim Amzer Simanjuntak pada persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Jl Sudirman, Selasa (17/7/2012).

Dalam pembacaan putusannya, Hakim Ketua Amzer Simanjutak, SH, mengatakan perbuatan para tergugat yakni Tergugat 1 Pimpinan Redaksi/Penanggungjawab Nyoman Wirata, Tergugat 2 , PT Bali Post dan Tergugat 3, wartawan Bali Post, Ketut Bali Putra Ariawan, dianggap melawan hukum.

"Menyatakan perbuatan tergugat membuat, membiarkan pemberitaan, bahwa Gubernur Bali akan membubarkan Desa Pakraman melalui media Bali Post telah meresahkan tokoh-tokoh adat dan agama serta masyarakat Bali," kata Amzer.

Untuk itulah tergugat diharuskan melakukan permohonan maaf kepada penggugat (Gubernur Bali Made Mangku Pastika), Desa Pakraman (adat), dan seluruh masyarakat Bali di halaman satu di 6 media lokal, Warta Bali sebanyak 2 kali, Harian Nusa Bali (2 kali), Harian Bali Tribune (2 kali), Harian Fajar Bali (sekali), dan Harian Radar Bali (sekali).

Kasus ini bermula pada 19 September 2011, Bali Post yang berjudul "Pasca Bentrokan Kemuning-Budaga, Gubernur: Bubarkan Saja Desa Pakraman." Dalam berita itu, harian terkemuka di Bali itu menulis pernyataan Gubernur Pastika yang memerintahkan pembubaran Desa Adat di Bali.

Gubernur Pastika merasa tidak pernah mengeluarkan pernyataan tersebut. Atas dasar itulah kemudian media Bali Post digugat.


Ikiti berbagai peristiwa hangat yang terjadi hari ini di "Reportase Sore", Pukul 16.30 WIB, Hanya di TRANS TV

(gds/try)





Sponsored Link
Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 17/06/2013 18:39 WIB
    Dirjen KA Tundjung Inderawan Bicara Mental Penumpang dan Seramnya MRT Subway
    Gb Seraya membangun infrastruktur seperti stasiun dan rel kereta api, Kemenhub juga mengkhawatirkan mental penumpang kereta yang belum tertib. Apalagi, teknologi maju kereta bawah tanah bakal dibangun di Jakarta. Kekhawatiran timbul bila perilaku penumpang KA masih timpang dengan teknologi transportasi.
ProKontra Index »

Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019

Dalam berbagai survei, nama Gubernur DKI Jokowi menempati posisi teratas capres potensial 2014. Suara-suara yang menginginkan Jokowi maju menjadi Capres di Pilpres 2014 juga cukup kencang. Tetapi menurut peneliti politik senior LIPI, Siti Zuhro, Jokowi akan lebih kuat jika berkompetisi di Pilpres 2019. Bila Anda setuju dengan Siti Zuhro, pilih Pro!
Pro
35%
Kontra
65%