detikcom
Selasa, 17/07/2012 20:01 WIB

Penanganan Konflik Butuh Pemimpin yang Kuat dan Deteksi Dini Akurat

Luhur Hertanto - detikNews
Jakarta - Rumus lebih mencegah lebih baik dibandingkan mengobati juga berlaku untuk aksi penanganan konflik horizontal. Namun penerapannya membutuhkan kepemimpinan yang cerdas dan didukung perangkat intelijen yang kuat sehingga bisa mengantisipasi secara cepat sekaligus tepat.

"Selalu lebih baik mencegah konflik sebelum terjadi, dari pada mengobati sekali itu meletus. Mencegah lebih mudah, lebih murah, lebih aman, lebih cepat dan lebih efektif," ujar Presiden SBY.

"Deteksi yang mengarah pada pencegahan dini dapat menjadi perbedaan penting antara hidup dan mati, antara perdamaian dan kekacauan," tegasnya.

Ini disampaikannya dalam diskusi bertajuk Rekonsiliasi dan Resolusi Konflik. Acara yang diadakan di Hotel Shangri-La, Jakarta, Selasa (17/2/2012), dihadiri mantan PM Thailand, Thaksin Sinawatra, tokoh politik Malaysia, Anwar Ibrahim dan mantan Presiden Timor Leste, Jose Ramos Horta.

Sebagai contoh kasus pengalaman Indonesia, SBY menyebut konflik komunal di Maluku yang meletus pada 1999 silam. Konflik tersebut memakan sedemikian banyak korban jiwa sehingga meninggalkan sakit hati berkepanjangan yang penyembuhannya membutuhkan waktu hingga satu generasi penuh.

"Sangat penting bagi pemerintah memiliki alat yang deteksi dini untuk mencegah meletusnya konflik kekerasan. Intelijen harus dilatih untuk menilai situasi secara akurat, pemimpin daerah harus menguasai benar wilayahnya dan polisi harus siap bertindak mencegah kekerasan saat itu juga," papar SBY.

Sedangkan penyelesaian konflik, yaitu rekonsiliasi dan resulusi, membutuhkan kepemimpinan yang mampu mendorong proses politik. Kepemimpinan berarti berani membuat keputusan sulit, tidak popoler dan beresiko menjatuhkannya sendiri.

"Tapi tanpa kepemimpinan, perdamaian proses tidak akan memiliki energi dan tidak ada arah yang jelas sehingga pada akhirnya ada perdamaian," tegas SBY.

Sebagai contoh kasus, SBY menyebut pengalaman pemerintahannya mengupayakan perdamaian di Aceh pada 2005 setelah tsunami. Ketika itu banyak kalangan di dalam negeri yang skeptis bahkan menyebut peluang kegagalannya besar mengingat serangkaian dialog sebelumnya menemui jalan buntu.

"Tapi kami tetap mengambil peluang itu karena kita tahu Aceh pasca tsunami tidak dapat membangun kembali tanpa perdamaian," sambungnya.

Pengalaman berat Timor Leste mengupayakan rekonsiliasi dan resolusi konflik dengan Indonesia, merupakan contoh lain dari perlunya kepemimpinan tegas dalam memperjuangan kebaikan di masa mendatang. Jose Ramos Horta dan Xanana Gusmao berani mengambil resiko berhadap dengan teman-teman lamanya yang masih anti terhadap Indonesia.

"Seperti itulah seharusnya sebuah kepemimpinan. Tahu apa yang terbaik bagi masa depan bangsanya dan berani memperjuangkannya," puji SBY.


Disiksa dan Tidak Digaji Selam 15 Bulan, 2 PRT di Medan Kabur Dari Rumah Majikannya. Simak Selengkapnya di "Reportase Pagi Akhir Pekan", pukul 04.30 - 05.30 WIB Hanya di TransTV

(lh/mok)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
      Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
      Gb Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    58%
    Kontra
    42%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel
    • Rp .000
    • Rp .000