detikcom
Selasa, 17/07/2012 18:49 WIB

Simpati Mengalir, Jadwal Paduan Suara Uncen di Cincinnati Kini Padat

Nurul Hidayati - detikNews
Tampil di lobi Duke Energy Convention Center
Cincinnati - Paduan suara Universitas Cendrawasih yang datang telat di acara World Choir Games menjadi buah bibir di Cincinnati, sebuah kota di negara bagian Ohio, AS. Ketidakberuntungan mereka menarik simpati warga setempat. Alhasil, kini jadwal mereka untuk memenuhi undangan padat.

Tim ini tiba di Cinninati pada Sabtu 14 Juli pagi, lengkap dengan kopor, kostum dan alat instrumen mereka. Mereka lantas ke Duke Energy Convention Center, tepat pada upacara penutupan World Choir Games 2012 digelar. Kedatangan mereka telat seminggu dari jadwal pentas mereka di kompetisi itu pada 6-7 Juli untuk kategori Folklore dan Popular Choral Music.

Tim ini menempuh perjalanan Jakarta-San Fransisco-Cincinnati. Mereka bermaksud menetap di Cincinnati hingga Rabu (18/7) namun tergantung dari apakah rombongan ini bisa mendapatkan tiket pesawat Cincinnati ke San Fransisco. Sebab tiket yang mereka kantongi sudah kedaluwarsa karena jadwal perjalanan mereka yang kacau. Apalagi, panitia hanya bisa memberikan hotel hingga Minggu 15 Juli. Sementara, uang di kantong mereka sudah menipis. Untunglah mereka sudah punya tiket San Fransisco-Jakarta untuk penerbangan Jumat (20/8) dinihari waktu setempat.

Mengetahui adanya masalah ini, panitia kejuaraan dari Interkular yang berbasis di Jerman, punya ide. Staf Interkular, Stefanie Vera Muller, menyebut pihaknya mengeksplorasi kemungkinan merancang konser untuk grup tersebut selama di Cincinnati.

Pada hari Minggu (15/7), pukul 10.45 pagi, panitia Interkular berhasil membawa Gema Chandra tampil di Gereja Baptis Greater Liberty di Madisonville. Mereka juga tampil di sebuah gereja lainnya. Mereka juga tampil di lobi Duke Energy Convention Center yang dihadiri oleh 400 orang. Hadirin berdatangan berkat kicauan di twitter.

"Penonton semakin banyak," kata Lori Lobsiger, direktur Interkultur untuk Pasar Amerika Utara, sebagaimana dilansir media lokal setempat, cincinnati.com, Senin (16/7/2012) waktu AS.

Yang terjadi selanjutnya lebih mengesankan. "Masyarakat menyumbang uang," kata jubir Interkular, Michel Perry. Masyarakat bertanya apakah yang bisa mereka bantu dan mulai mengumpulkan uang dan cek. Akhirnya terkumpul 3.000 dolar (lebih Rp 28 juta), yang akan digunakan untuk membayar keperluan rombongan selama di Cincinnati.

Pada hari Minggu petang, rombongan ini diundang oleh kelompok baseball Reds untuk menyaksikan pertandingan mereka. Hasil penjualan tiket pertandingan juga disumbangan kepada Gema Chandra. Rombongan juga mendapat kehormatan berupa topi Reds.

Pemberitaan media massa setempat dan kabar dari twitter semakin membuat Gema Chandra populer. Jadwal mereka pun padat. Pada hari Senin 16 Juli (Selasa waktu Indonesia), Gema Chandra diundang manggung di Fountain Square pukul 15.15 sore.

Pada Selasa 17 Juli (Rabu waktu Indonesia), pemilik Morgans Canoes yaitu Gary Morgan beserta keluarga, mengundang rombongan ini tamasya mendayung di Whitewater River.

Setelah itu, Morgan akan membawa mereka di Franklin County Fair di Brookville, di mana mahasiswa Uncen itu akan bernyanyi di malam hari.

Morgan dalam surat elektronik menyatakan, rombongan paduan suara itu belum pernah berwisata mendayung, sehingga dia dan keluarganya akan menjamu kelompok itu. Di situ dia akan memberikan informasi yang menarik tentang lingkungan dan sejarah setempat, guna memperkaya pengetahuan mereka untuk dibawa pulang ke negaranya dan untuk menunjukkan kepada mereka hal-hal yang baik tentang kerahaman di Midwestern.


Ikuti berbagai peristiwa hangat yang terjadi hari ini di "Reportase Sore", Pukul 16.30 WIB, Hanya di TRANS TV

(nrl/vit)





Sponsored Link
Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 17/06/2013 18:39 WIB
    Dirjen KA Tundjung Inderawan Bicara Mental Penumpang dan Seramnya MRT Subway
    Gb Seraya membangun infrastruktur seperti stasiun dan rel kereta api, Kemenhub juga mengkhawatirkan mental penumpang kereta yang belum tertib. Apalagi, teknologi maju kereta bawah tanah bakal dibangun di Jakarta. Kekhawatiran timbul bila perilaku penumpang KA masih timpang dengan teknologi transportasi.
ProKontra Index »

Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019

Dalam berbagai survei, nama Gubernur DKI Jokowi menempati posisi teratas capres potensial 2014. Suara-suara yang menginginkan Jokowi maju menjadi Capres di Pilpres 2014 juga cukup kencang. Tetapi menurut peneliti politik senior LIPI, Siti Zuhro, Jokowi akan lebih kuat jika berkompetisi di Pilpres 2019. Bila Anda setuju dengan Siti Zuhro, pilih Pro!
Pro
35%
Kontra
65%