detikcom
Selasa, 17/07/2012 18:27 WIB

Evakuasi Pesawat Garuda Selesai, Bandara Pekanbaru Kembali Beroperasi

Niken Widya Yunita - detikNews
Jakarta - Proses evakuasi pesawat Garuda GA 174 Jakarta-Pekanbaru yang tergelincir di Bandara SSK II Pekanbaru telah selesai dilakukan. Kini, bandara tersebut sudah bisa kembali beroperasi.

"Pukul 17.55 WIB, Bandara Pekanbaru sudah operasi kembali, evakuasi dilakukan setelah flight akhir," ujar Kapuskom Publik Kemenhub, Bambang S Ervan, kepada detikcom, Selasa (17/7/2012) petang.

Sebelumnya diberitakan, penumpang yang ada di dalam pesawat itu mengaku kaget karena merasakan guncangan kuat saat pesawat mendarat.

"Guncangannya kuat, seperti tidak normal," kata salah satu penumpang, Budi.

Begitu pesawat berhenti, kata Budi, penumpang lebih kaget lagi. Sebab ketika pintu terbuka, ternyata pesawat sudah berada di luar runway. Kemudian penumpang dievakuasi dengan bus.

"Sebelum turun (landing), pilotnya sempat mengumumkan permintaan maaf," ungkap Budi.

Diduga, licinnya runway jadi penyebab insiden ini. Beberapa saat sebelum kejadian, hujan deras mengguyur Pekanbaru. Saat ini hujan juga masih turun meskipun tidak sederes sebelumnya.

Pesawat dengan 12 kru dan 150 penumpang ini tergelincir sekitar pukul 15.26 WIB. Pesawat mengalami over run, ban pesawat terbenam di tanah. Seluruh penumpang dinyatakan selamat, termasuk Menteri Lingkungan Hidup Balthasar Kambuaya.

(mok/nrl)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    46%
    Kontra
    54%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel