Selasa, 17/07/2012 16:03 WIB

Jelang Ramadan, Pedagang Petasan Mulai Bermunculan di Pekanbaru

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Ilustrasi/detikcom
Pekanbaru - Seperti tahun-tahun sebelumnya, menjelang Ramadan pedagang petasan mulai bermunculan di Pekanbaru. Kepolisian mengizinkan peredaran barang tersebut asal ukurannya tidak lebih dari 2 inci.

Di kawasan pasar pagi Arengka, kawasan Panam, Pekanbaru, pedagang berbagai jenis petasan dan kembang api mulai bermunculan. Hal serupa juga terlihat di sepanjang Jl Subrantas, ebelah barat kota Pekanbaru. Kawasan pengembangan kota ini merupakan daerah paling ramai.

Para pedagang mengaku berjualan karena permintaan masyarakat membeli petasan saat Ramadan, tinggi.
"Kita berjualan petasan ini hanya selama Ramadan saja. Hanya untuk menambah uang Lebaran nanti," kata Ujang, salah seorang pedagang petasan dalam perbincangan dengan detikcom, Selasa (17/7/2012).

Lantas apa kata pihak kepolisian terkait penjualan petasan ini? Kapolresta Pekanbaru, Kombes Adang Ginanjar menyatakan, pihaknya masih mentolerir adanya penjualan petasan tersebut. Sesuai dengan Peraturan Kapolri No 2 Tahun 2008, bahwa petasan termasuk dalam kategori bahan peledak. Namun dalam aturannya, hanya ukuran di bawah 2 inci yang diizinkan diedarkan.

"Jika dalam peredaranya nanti ternyata ada petasan yang melebihi batasan ukuran yang telah ditetapkan, maka petasan itu akan kita amankan," kata Adang.

Polisi mencatat hanya ada tiga agen resmi petasan di Pekanbaru. Agen ini akan dicek ulang soal perizinan dan gudang penyimpanannya.

"Gudang harus steril guna hal-hal buruk seperti ledakan," tutup Adang.

(cha/try)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 21/05/2013 11:43 WIB
      15 Tahun Reformasi
      Emha Ainun Nadjib: Reformasi Itu Omong Kosong
      Gb Budayawan Emha Ainun Nadjib berada di pusaran arus perubahan kekuasaan 1998. Dia adalah salah satu tokoh yang dengan lantang meminta Presiden Soeharto mengundurkan diri dari jabatannya. Tapi reformasi yang terjadi sampai saat ini, kata dia, palsu belaka. Mengapa?
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    88%
    Kontra
    12%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel
    MustRead close