Selasa, 17/07/2012 15:43 WIB
Jamaluddin: Golput Masih Tinggi, Jika Dimaksimalkan Untungkan Cagub
"Karena suara golput hampir 40 persen itu sangat tinggi ya. Kalau bisa dimaksimalkan para calon saya kira sangat menguntungkan mereka," ujar Jamaluddin.
Berdasarkan data yang dihimpun detikcom, jumlah data pemilih tetap (DPT) di wilayah Jakarta Timur adalah 1.996.745 pemilih. Dari angka tersebut, berdasarkan rekapitulasi penghitungan suara, jumlah warga Jakarta Timur yang datang dan datang mencoblos ke TPS adalah sebanyak 1.278.520.
Dari angka itu berarti ada 718.225 warga Jakarta yang telah terdaftar di DPT namun tidak ikut memilih alias golput. Artinya ada sekitar 35,97 persen warga di Jakarta Timur yang golput. Angka ini hampir mencapai 40 persen.
Berikut ini wawancara wartawan dengan Jamaluddin usai rekapitulasi suara di Hotel Desa Wisata, Jl Raya Taman Mini, Jakarta Timur, Selasa (17/7/2012).
Bagaimana soal golput?
Kalau KPU kan memang maksimalnya di sosialisasi jadi saya kira para calon memiliki kepentingan juga soal partisipasi ini. Karena suara golput hampir 40 persen itu sangat tinggi ya. Kalau bisa dimaksimalkan para calon saya kira sangat menguntungkan mereka.
Cuma yang menjadi pertanyaan itu adalah apakah ini sudah memenuhi harapan publik sehingga mereka dapat semangat datang ke TPS atau tidak. Jadi fenomena soal golput itu terkait dengan bagaimana calon yang muncul profilnya. Kalau tidak ada yang memuaskan publik maka tidak akan menarik publik. Ya mungkin mereka akan bersikap biasa-biasa saja, nah tinggal apakah para calon itu bisa membawa perubahan yang lebih positif.
Bagaimana dengan 'golput administrasi'?
Golput administrasi itu istilahnya kurang tepat buat saya. Golput itu kan hanya orang yang bisa milih tapi dia tidak menggunakan. Tapi yang terjadi kemarin itu dia tidak bisa milih padahal dia bisa milih.
Yang punya KTP tapi tidak terdaftar. Karena sesuai UU itu pemilih selain 17 tahun dan sudah kawin serta terdaftar, jadi ada syarat itu. Kecuali dalam pilpres itu MK memutuskan siapapun yang punya KTP warga bisa memilih. Tapi kalau itu dijadikan di DKI kan sulit.
Nah hari ini sedang mengkaji dengan KPU Nasional. Mereka akan pleno katanya tadi pagi untuk menyikapi soal ini. Opsinya adalah apakah akan dilakukan perbaikan kepada pemilih yang belum masuk atau tidak karena kita masih berkutat kepada landasan hukumnya.
Pertimbangannya apa saja?
Oh banyak, esensi demokrasi itu kan memilih pemimpinnya dan otomatis semua masyarakat yang dapat memilih itu otomatis harus memiliki akses untuk memiliki hak pilih. Itu bukan dosa, dan bila itu terjadi maka kesalahan itu ada pada pihak yang melakukan pendataan.
Tapi di sisi yang lain juga apakah memungkinkan untuk melakukan pemuktakhiran itu. Karena Peraturan KPU No 12 pasal 35 KPU itu tidak memutakhirkan dalam putaran kedua dan pengalaman di pilkada yang lain itu tidak ada pemutakhiran pemilih.
Jadi banyak sedikitnya pemilih nanti kita baru tahu setelah laporan-laporan masuk. Dan jika KPU Nasional mengizinkan maka KPU DKI akan mengumumkan kepada masyarakat tentang warga-warga yang belum terdaftar untuk bisa mengajukan namanya ke PPS atau PPK supaya mendaftarkan dengan catatan-catatan yang ada.
Website itu sudah kita off. Jadi setelah ada masalah-masalah dapat belakangan itu supaya tidak ada kerancuan maka kita tidak aktifkan dulu.
Ada posko pengaduan DPT?
Itu wilayah Panwas, bukan wilayah kita. Tapi kita apresiasi karena memang harusnya begitu karena itu bagian dari kekurangan di mana ada partisipan yang seharusnya bisa masuk, tapi tidak bisa masuk. Ya memang bukan kesalahan penyelenggara semuanya. Kadang-kadang banyak warga yang didata ogah-ogahan. Ketika disuruh cek dia nggak mau tapi giliran hari H baru deh kelabakan. Ada juga sebetulnya dia terdaftar di tempat lain tapi dia tidak mau memilih.
Jadi ada 21 ribu yang terakhir itu ganda. Berdasarkan rapat dengan pasangan calon mereka diminta untuk mendaftarkan di lokasi tempat di mana dia tinggal. Otomatis ketika dia daftar di suatu TPS maka si petugas akan mencari dan mengetahui tempat atau TPS yang dirinya terdaftar.
Apakah laporan masyarakat ke posko akan menjadi rujukan rapat pleno KPU?
Saya lebih cenderung ke situ. Pintu rekomendasinya lewat Panwaslu. Karena memang dalam beberapa kasus Panwaslu tidak bisa menjadi kekuatan ketika menghadapi gugatan. Karena dia bagian dari penyelenggara meski memiliki jarak sebagai pengawas sehingga rekomendasi itu sangat patut dijadikan rujukan.
Ikuti berbagai peristiwa hangat yang terjadi hari ini di "Reportase Sore", Pukul 16.30 WIB, Hanya di TRANS TV
(vit/nrl)
Baca Juga
Twitter Recommendation
-
Rieke: BBM Naik, Upah Buruh Juga Harus Naik 30 Persen
1,464 share this. -
Polisi Amankan 30 Pendemo Anarkis di Medan
777 share this. -
Pengacara Australia Belajar Islam di Indonesia
741 share this. -
Membangkang dari Koalisi, PKS Seharusnya Malu dan Tarik Tifatul Cs
729 share this. -
PKS Tolak Kenaikan BBM, PD: SBY Mestinya Copot Tifatul Cs
714 share this.
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Wawancara Terbaru
Indeks Wawancara ยป
-
Jumat, 07/06/2013 16:35 WIB
Anak 11 Tahun Dipidana, Komisioner KPAI: Hakim Tidak Paham Peraturan
-
Selasa, 04/06/2013 10:09 WIB
Ganjar Pranowo: Mbak Mega Sedang Transformasi Kepemimpinan
-
Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
-
Selasa, 21/05/2013 11:43 WIB
15 Tahun Reformasi
Emha Ainun Nadjib: Reformasi Itu Omong Kosong
-
Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
-
Selasa, 18/06/2013 13:25 WIB
Agung Laksono 'Interogasi' Jokowi Kenapa Tolak Balsem
-
Selasa, 18/06/2013 13:30 WIB
Dahlan Iskan Bicara Soal Koper Penumpang yang Diacak-acak di Bandara
-
Selasa, 18/06/2013 12:56 WIB
Ini 5 Modus Pencurian Bagasi di Bandara yang Terkuak
-
Selasa, 18/06/2013 13:28 WIB
Kisah Awak Kabin Pesawat yang Kecolongan Barang 'Sky Shop'
-
Selasa, 18/06/2013 13:56 WIB
Jawab Tudingan Tifatul, Fahri: PKS Sudah Ambil Keputusan
-
Selasa, 18/06/2013 13:12 WIB
Siapa Pewaris Tahta Mega di PDIP, Puan Atau Prananda?
-
Selasa, 18/06/2013 13:01 WIB
Siasat Haji Darip Hindari Eksekusi Mati Jepang
-
Selasa, 18/06/2013 12:31 WIB
Bila Terpaksa Masuk Bagasi Pesawat, Wrapping Tas Anda!
-
523 Komentar
-
403 Komentar
-
365 Komentar
-
280 Komentar
-
222 Komentar
-
212 Komentar
-
202 Komentar
-
194 Komentar
-
Senin, 17/06/2013 18:39 WIB
Dirjen KA Tundjung Inderawan Bicara Mental Penumpang dan Seramnya MRT Subway
Seraya membangun infrastruktur seperti stasiun dan rel kereta api, Kemenhub juga mengkhawatirkan mental penumpang kereta yang belum tertib. Apalagi, teknologi maju kereta bawah tanah bakal dibangun di Jakarta. Kekhawatiran timbul bila perilaku penumpang KA masih timpang dengan teknologi transportasi.
ProKontra
Index »
Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019
Pro
Kontra
MustRead
close
-
Selasa, 18/06/2013 12:56 WIB
Ini 5 Modus Pencurian Bagasi di Bandara yang Terkuak
-
Selasa, 18/06/2013 12:32 WIB
Menteri PKS Salurkan Balsem, Fahri: Kalau Kami Untung, Kami Dukung
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer



_10.gif)





_5.gif)





_3.gif)

Mudik selalu dirindukan bagi setiap perantau. Tak terkecuali bagi Dirjen Perhubungan Darat Soeroyo Alimoeso. Beliau curhat tentang dirinya yang tidak pernah mudik dan susahnya mengatur pemudik.
Giatnya Pemerintah memperjuangkan munculnya regulasi (Peraturan Menteri Perindustrian) tentang Low Cost and Green Car (LCGC) bersama-sama DPR-RI membuktikan bahwa Pemerintah sekarang tidak pro angkutan umum.

