Selasa, 17/07/2012 15:01 WIB

Fahd Sebut Duit ke Wa Ode Sudah Dikembalikan Rp 5 Miliar

Ferdinan - detikNews
Jakarta - Kader Partai Golkar Fahd El Fouz mengaku telah menerima pengembalian duit Rp 5 miliar dari Rp 6 miliar yang disetor ke Wa Ode Nurhayati. Duit Rp 6 miliar ini adalah imbalan bagi Wa Ode untuk mengurus alokasi dana penyesuaian infrastruktur daerah (DPID) di 3 Kabupaten Nangroe Aceh Darussalam (NAD).

"Uangnya sudah dikembalikan Rp 5 miliar, sisa Rp 1 milliar," kata Fahd yang juga pengusaha ini saat bersaksi untuk Wa Ode di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Selasa (17/7/2012).

Fahd mengaku menyerahkan uang ini melalui Haris Surahman. Menurutnya Haris telah menyerahkan duit pelicin itu ke staf Wa Ode bernama Sefa Yolanda. "Saya enggak tahu apa uangnya sampai ke Wa Ode atau tidak," tutur Fahd.

Kepada majelis hakim, Fahd mengaku mendapat uang Rp 6 miliar dari pinjaman Zamzami. "Saya pinjam Rp 6 miliar langsung dikasih ke Haris. Zamzami orang tua angkat saya, pengusaha tinggal di Aceh," sebutnya.

Fahd menjelaskan, duit ini diminta dikembalikan karena alokasi DPID untuk kabupaten di NAD tidak lolos.

"Anggarannya enggak ada yang masuk," katanya. Fahd menyebut uang ini dikembalikan secara bertahap melalui Sefa. "Sefa ke Haris, Haris ke saya Rp 2 miliar, 2 miliar. Sisanya Sefa langsung ke saya," ujar Fahd.

(fdn/aan)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
      Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
      Gb Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    67%
    Kontra
    33%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel