detikcom
Selasa, 17/07/2012 14:47 WIB

Sidang Wa Ode, Haris Sempat Tawarkan Nama Irgan Urus DPID

Ferdinan - detikNews
Jakarta - Saksi perkara kasus dana penyesuaian infrastruktur daerah (DPID), Fahd El Fouz atau Fahd A Rafiq menyebut Haris Surahman pernah menawarkan politikus senior Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Irgan Chairul Mahfiz untuk mengurus alokasi DPID di 3 Kabupaten Nangroe Aceh Darussalam. Namun, akhirnya Haris memilih Wa Ode Nurhayati untuk membantu meloloskan alokasi DPID tahun anggaran 2011.

"Waktu itu (Haris) pertama bilang Pak Irgan PPP. Dia (Haris) bilang ini sakti bos," kata Fahd saat bersaksi untuk terdakwa Wa Ode di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Selasa (17/7/2012).

Tapi Haris langsung menawarkan nama Wa Ode untuk membantu Fahd mengurus alokasi DPID d Kabupaten Aceh Besar, Pidie Jaya, dan Bener Meriah.

"Oh ternyata (Irgan) slotnya sudah penuh, kita ganti orang lagi (Wa Ode),ini lebih sakti bos," tutur Fahd menirukan perkataan Haris saat berkomunikasi dengan dirinya.

Fahd mengaku ditawarkan Haris untuk mengurus alokasi DPID sebelum Oktober 2010. "Bos ada barang niy ente mau nggak," tiru Fahd mengutip tawaran Haris.

Barang yang dimaksud Fahd adalah DPID. Fahd kemudian menghubungi 3 bupati dari kabupaten yang ingin dimasukkan sebagai penerima DPID.

"Bertemu dengan bupati di Hotel Sultan, Bupati Pidie Jaya bertemu di Sari Pan Pacific, yang satu lagi (Bupati Bener Meriah) di Hotel Sultan. Saya bilang saya bisa urus dana transfer daerah," terang Fahd.


Seorang polisi diduga bunuh diri dengan cara menembak kepalanya. Simak di "Reportase Malam", pukul 02.08 WIB Hanya di TransTV

(fdn/ndr)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
      Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
      Gb Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    56%
    Kontra
    44%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel
    • Rp .000
    • Rp .000
    MustRead close