detikcom
Selasa, 17/07/2012 13:50 WIB

Mangkir dari Tugas, Agen Intelijen Taiwan Jadi Buronan

Novi Christiastuti Adiputri - detikNews
Ilustrasi (AFP)
Taipei, - Seorang agen intelijen militer Taiwan masuk dalam daftar buronan karena melakukan pelanggaran. Wanita ini tidak memberikan laporan kerja usai menjalankan misi dan justru pergi berlibur ke Thailand bulan Juni lalu.

Agen bernama Yeh ini telah didepak dari biro intelijen militer Taiwan pasca kasus tersebut. Namun keberadaannya hingga saat ini masih belum diketahui dan dia pun masuk dalam daftar buronan.

Sekembalinya ke Taiwan, dia akan diadili di pengadilan militer atas dakwaan meninggalkan tugas. Demikian seperti disampaikan oleh Kementerian Pertahanan Taiwan dan dilansir oleh AFP, Selasa (17/7/2012).

Tidak diketahui pasti penyebab agen tersebut meninggalkan tugasnya. Namun, pihak kementerian telah membantah isu bahwa agen Yeh telah membelot kepada China.

"Kami tengah menyelidiki kasus ini dan kami akan mengkaji ulang sistem rekrutmen, seleksi, pelatihan dan penugasan para staf," demikian pernyataan Kementerian Pertahanan Taiwan.

Diketahui bahwa dalam beberapa tahun terakhir, Taiwan diguncang skandal mata-mata. Mata-mata asing mengintai dan menjaring informasi intelijen dan rahasia dari otoritas Taiwan.

Skandal-skandal ini terjadi seiring memanasnya hubungan Taiwan dengan China. Sejak Taiwan lepas dari China pasca perang sipil pada tahun 1949 lalu, Taiwan dan China sering mengirim mata-matanya untuk saling mengintai. Otoritas China masih menganggap bahwa Taiwan harus kembali menjadi bagian wilayahnya dan berusaha keras mendorong reunifikasi, salah satunya dengan cara militer.


Ikuti berbagai peristiwa hangat yang terjadi hari ini di "Reportase Sore", Pukul 16.30 WIB, Hanya di TRANS TV

(nvc/ita)





Sponsored Link
Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019

Dalam berbagai survei, nama Gubernur DKI Jokowi menempati posisi teratas capres potensial 2014. Suara-suara yang menginginkan Jokowi maju menjadi Capres di Pilpres 2014 juga cukup kencang. Tetapi menurut peneliti politik senior LIPI, Siti Zuhro, Jokowi akan lebih kuat jika berkompetisi di Pilpres 2019. Bila Anda setuju dengan Siti Zuhro, pilih Pro!
Pro
34%
Kontra
66%