detikcom
Selasa, 17/07/2012 13:37 WIB

Jokowi-Ahok Juga Juara di Jakarta Utara

Prins David Saut - detikNews
Jakarta - Komisi Pemilihan Umum Jakarta Utara melakukan rapat pleno rekapitulasi hasil suara dari enam kecamatan dari Jakarta Utara. Cagub nomor urut tiga mengungguli wilayah Jakarta Utara dalam pilgub DKI Jakarta 2012 putaran pertama lalu (11/7).

Pantauan detikcom di Hotel Harris, Jalan Artha Gading Blok M, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (17/7). Enam petugas dari KPU Jakarta Utara membacakan hasil rekapitulasi penghitungan suara dari tingkat kecamatan di Jakarta Utara.

Pasangan Jokowi-Ahok memenangkan 325.569 suara di seluruh kecamatan di Jakarta Utara. Kedua ditempati oleh pasangan Foke-Nara yang menjaring 214.449 suara dari seluruh kecamatan di Jakarta Utara.

Sedangkan tiga pasangan lainnya seperti Hendardjie-Riza hanya mengumpulkan 13.330 suara, Hidayat-Didiek 75.330 suara, Faisal-Biem 23.523 suara, dan Alex-Nono 37.968 suara.

Jumlah pemilih yang terdaftar di dalam DPT untuk wilayah Jakarta Utara sebanyak 1.162.153 pemilih. Namun hanya 700.635 pemilih yang ikut dalam pelaksanaan pilgub 11 Juli lalu.

"Jumlah pemilih yang terdaftar dalam DPT dan menggunakan hak pilihnya sebanyak 700.635 pemilih dari 1.162.153 yang terdaftar di DPT," kata Ketua KPU Jakarta Utara, Dedy Iskandar, di lokasi yang sama (17/7).

Dedy mengaku hasil rekapitulasi dari 6 kecamatan dan 31 kelurahan di seluruh Jakarta Utara diterima oleh semua saksi pasangan calon yang hadir. Hasil ini juga tidak menunjukkan adanya masalah yang berarti.

"Ada 6 kecamatan dan 31 kelurahan telah selesai semua. Jadi tadi sudah kita tawarkan hasilnya dan tidak ada keberatan, semua sudah menerima tidak ada masalah," papar Dedy.

Ini dia data rekapitulasi perolehan suara tingkat kecamatan:

1.Penjaringan

Foke-Nara 30.327, Hendardjie-Riza 1.963, Jokowi-Ahok 71.317, HNW-Didiek 7.067, Faisal-Biem 2658, Alex-Nono 5424

2.Pademangan

Foke-Nara 17.377, Hendardjie-Riza 1.186, Jokowi-Ahok 36.806, HNW-Didiek 6.065, Faisal-Biem 1.925, Alex-Nono 3.202

3.Koja

Foke-Nara 44.721, Hendardjie-Riza 2.565, Jokowi-Ahok 47.772, HNW-Didiek 19.011, Faisal-Biem 5.334, Alex-Nono 9.740

4.Gading

Foke-Nara 13.837, Hendardjie-Riza 582, Jokowi-Ahok 34.649, HNW-Didiek 3.715, Faisal-Biem 2.272, Alex-Nono 1.692

5.Cilincing

Foke-Nara 59.551, Hendardjie-Riza 3.598, Jokowi-Ahok 53.736, HNW-Didiek 20.410, Faisal-Biem 5495, Alex-Nono 10.110

6.Tanjungpriok

Foke-Nara 48.636, Hendardjie-Riza 3.436, Jokowi-Ahok 81.289, HNW-Didiek 19.062, Faisal-Biem 5.839, Alex-Nono 7.800
(vid/mpr)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    46%
    Kontra
    54%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel