Detik.com News
Detik.com
Selasa, 17/07/2012 09:42 WIB

Ketika Banjir Kanal Timur Berubah Jadi 'Tempat Sampah' foto

Nala Edwin - detikNews
Ketika Banjir Kanal Timur Berubah Jadi Tempat Sampah
Jakarta - Pembangunan Banjir Kanal Timur (BKT) diharapkan menjadi solusi untuk mengatasi banjir yang tiap tahun melanda Jakarta. Namun sayangnya kanal itu dipenuhi sampah sehingga menyumbat aliran air.

Pantauan detikcom, Selasa (17/6/2012), sampah-sampah berserakan di sepanjang BKT. Sampah-sampah ini menggenangi BKT dari kawasan Buaran, Jakarta Timur. Kebanyakan sampah-sampah ini berjenis plastik dan kardus-kardus kecil.

Tunpukan sampah banyak juga yang tersangkut di bawah jembatan-jembatan di sepanjang BKT. Sampah-sampah tersebut tersangkut di bawah tiang penyangga jembatan.

Air sungai BKT yang beberapa waktu lalu masih berwarna cokelat saat ini sudah menghitam. Bau tak sedap juga tercium dari BKT. Terkadang terdapat busa-busa putih seperti bekas deterjen di aliran BKT.

Pusat tumpukan sampah terdapat di daerah Cipinang. Aliran BKT yang tidak terlalu dalam membuat banyak sampah yang tersangkut di dasar kanal. Beberapa petugas kebersihan terkadang terlihat membersihkan BKT. Mereka masuk ke dalam aliran kanal untuk meminggirkan tumpukan sampah. Namun sampah yang bertumpuk membuat langkah yang dilakukan petugas kebersihan ini terlihat sia-sia.

Tepian BKT Berubah jadi Pasar Kaget Saat Malam

Tumpukan sampah tidak hanya memenuhi aliran BKT, namun plastik-plastik juga bertebaran di sepanjang tepian BKT. Sampah-sampah ini berasal dari warga yang biasanya kongkow di tepian BKT saat malam.

Tepian BKT berubah menjadi pasar kaget setiap malam, yang biasanya paling ramai saat Sabtu dan Minggu malam. Para pedagang menjual dagangannya di tepian BKT. Berbagai penjaja makanan dan pakaian berkerumun di depan perumahan Cipinang Indah yang terletak di samping BKT.

Puluhan anak-anak muda yang biasanya menaiki sepeda motor biasanya memarkir kendaraannya di sepanjang tepian BKT. Banyaknya pengunjung dan adanya pasar kaget ini membuat sampah-sampah berserakan di sepanjang tepian sungai buatan ini.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(nal/vit)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 17/04/2015 20:40 WIB
    Wawancara
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan ditunjuk sebagai penanggung jawab peringatan 60 tahun KAA. Hanya tersedia waktu kurang lebih 6 minggu bagi panitia untuk mengadakan persiapan.
ProKontra Index »

Jokowi Presiden Pilihan Rakyat, Bukan Presiden Partai!

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mengungkap hukum demokrasilah yang mengatur presiden dan wapres ikut garis politik partai. Namun pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio membantah pernyataan Mega, karena presiden adalah pilihan rakyat, bukan presiden partai. Bila Anda setuju dengan pendapat Hendri Satrio, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%