detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Senin, 21/04/2014 07:26 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Selasa, 17/07/2012 09:42 WIB

Ketika Banjir Kanal Timur Berubah Jadi 'Tempat Sampah' foto

Nala Edwin - detikNews
Jakarta - Pembangunan Banjir Kanal Timur (BKT) diharapkan menjadi solusi untuk mengatasi banjir yang tiap tahun melanda Jakarta. Namun sayangnya kanal itu dipenuhi sampah sehingga menyumbat aliran air.

Pantauan detikcom, Selasa (17/6/2012), sampah-sampah berserakan di sepanjang BKT. Sampah-sampah ini menggenangi BKT dari kawasan Buaran, Jakarta Timur. Kebanyakan sampah-sampah ini berjenis plastik dan kardus-kardus kecil.

Tunpukan sampah banyak juga yang tersangkut di bawah jembatan-jembatan di sepanjang BKT. Sampah-sampah tersebut tersangkut di bawah tiang penyangga jembatan.

Air sungai BKT yang beberapa waktu lalu masih berwarna cokelat saat ini sudah menghitam. Bau tak sedap juga tercium dari BKT. Terkadang terdapat busa-busa putih seperti bekas deterjen di aliran BKT.

Pusat tumpukan sampah terdapat di daerah Cipinang. Aliran BKT yang tidak terlalu dalam membuat banyak sampah yang tersangkut di dasar kanal. Beberapa petugas kebersihan terkadang terlihat membersihkan BKT. Mereka masuk ke dalam aliran kanal untuk meminggirkan tumpukan sampah. Namun sampah yang bertumpuk membuat langkah yang dilakukan petugas kebersihan ini terlihat sia-sia.

Tepian BKT Berubah jadi Pasar Kaget Saat Malam

Tumpukan sampah tidak hanya memenuhi aliran BKT, namun plastik-plastik juga bertebaran di sepanjang tepian BKT. Sampah-sampah ini berasal dari warga yang biasanya kongkow di tepian BKT saat malam.

Tepian BKT berubah menjadi pasar kaget setiap malam, yang biasanya paling ramai saat Sabtu dan Minggu malam. Para pedagang menjual dagangannya di tepian BKT. Berbagai penjaja makanan dan pakaian berkerumun di depan perumahan Cipinang Indah yang terletak di samping BKT.

Puluhan anak-anak muda yang biasanya menaiki sepeda motor biasanya memarkir kendaraannya di sepanjang tepian BKT. Banyaknya pengunjung dan adanya pasar kaget ini membuat sampah-sampah berserakan di sepanjang tepian sungai buatan ini.


Rayakan kasih sayang anda dengan coklat. tapi bagaimana kalau coklat tersebut ternyata rekondisi? Simak di Reportase Investigasi, Pukul 16.30 WIB Hanya di TRANS TV

(nal/vit)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
78%
Kontra
22%
MustRead close