detikcom
Selasa, 17/07/2012 07:41 WIB

Modus Perampokan Bank, dari Todongkan Sajam & Senpi Sampai Ancaman Bom

Fajar Pratama - detikNews
Jakarta - Kawanan perampok Bank semakin canggih saja menjalankan aksi jahat mereka. Biasanya perampok hanya mengancam dan atau menggunakan senjata tajam dan senjata api saat beraksi. Kali ini muncul modus baru yang memiliki dampak lebih massif: ancaman dengan bom.

Perampokan dengan modus menondongkan senjata api dan senjata tajam, bak sudah menjadi cara lazim bagi para bandit untuk berhasil menguras isi brankas yang ada di suatu bank. Teller Bank pasti ketakutan mendapat ancaman dengan dua senjata mematikan itu.

Perampokan yang terjadi di Bank BRI Cabang Gatsu Barat, Dalung, Kuta Utara, Bali misalnya. Pada insiden yang terjadi, pada Jumat (23/10/2011) silam ini, perampok datang ke Bank sekitar pukul 14.30 WITA.

Para pelaku perampokan yang berjumlah lima orang itu berhasil melumpuhkan empat pegawai bank serta menggasak uang tunai senilai Rp 295 juta. Sebelum masuk, kawanan perampok berpura-pura menjadi nasabah dan langsung menodongkan golok.

Dua bulan sebelumnya, di bulan Agustus di Medan terjadi perampokan Bank CIMB Niaga di Jalan Aksara yang membuat geger . Bagaimana tidak, pelaku perampokan yang berjumlah belasan orang tidak hanya menakut-nakuti, namun juga menembak anggota Brimob Polda Sumut Briptu Imanuel Simanjuntak yang bertugas menjaga bank tersebut.

Selain itu, perampok yang berjumlah belasan orang itu juga menembak dua anggota Satpam Bank CIMB Niaga, M Fahmi (27) dan Muchdiantoro (30) hingga mengalami luka serius dan dirawat di RS Permata Bunda dan RS Gleni Medan. Dalam aksi tersebut perampok berhasil membawa uang milik Bank CIMB Niaga senilai lebih kurang Rp400 juta. Polisi menyebut aksi para perampok ini terkait tindakan terorisme.

Dan, modus perampokan baru muncul pada Senin (16/7/2012) kemarin di kantor kas BRI di wilayah Yogyakarta. Perampok yang hanya sendirian saja mengancam akan meledakkan bom dalam tas yang mereka bawa. Petugas Bank tentu saja ketakutan dengan ancaman itu, karena bukan hanya membahayakan nyawanya saja namun juga seluruh nasabah yang ada di bangunan tersebut.

Meski sendirian, si perampok pun berhasil menggasak uang tunai Rp 155 juta berkat modusnya itu.Tas yang ia akui sebagai bom itu ditinggalkan di tempat kejadian.

Oleh polisi, tas itu kemudian diledakkan di tong khusus milik Gegana. Ledakan sempat merusak eternit kantor kas BRI tersebut. Hingga kini, polisi masih menyelidiki kasus tersebut.

"Kasus seperti ini baru pertama kali terjadi di wilayah DIY. Sebelumnya kasus perampokan di Bank BRI yang dulu hanya mengancam saja. Sekarang benar-benar pakai bom," kata Direktur Kriminal Khusus Polda DIY Kombes Pol Kris Erlangga kepada wartawan di Mapolda DIY di Ringroad Utara, Sleman.


Simak rangkuman aneka berita penting dan menarik sepanjang hari ini di "Reportase Malam" Pukul 0.30 WIB hanya di TransTV

(fjp/riz)





Sponsored Link
Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru Indeks Berita »
  • Kamis, 20/06/2013 17:40 WIB
    Mensos Salim Segaf: Saya Siap Dicopot
    Gb PKS menunggu surat 'cerai' dari Presiden SBY. Menteri Sosial Salim Segaf Aljufri menghormati apapun keputusan Presiden SBY.
ProKontra Index »

Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019

Dalam berbagai survei, nama Gubernur DKI Jokowi menempati posisi teratas capres potensial 2014. Suara-suara yang menginginkan Jokowi maju menjadi Capres di Pilpres 2014 juga cukup kencang. Tetapi menurut peneliti politik senior LIPI, Siti Zuhro, Jokowi akan lebih kuat jika berkompetisi di Pilpres 2019. Bila Anda setuju dengan Siti Zuhro, pilih Pro!
Pro
33%
Kontra
67%