Selasa, 17/07/2012 07:07 WIB
Mengapa Korupsi Rp 5 Juta Tak Dipenjara?
"Nilai kerugian negaranya terlalu kecil," kata kata Kepala Divisi Kajian Hukum dan kebijakan Peradilan, Lembaga Kajian dan Advokasi untuk Independensi Peradilan (LeIP), Arsil, saat berbincang dengan detikcom, Selasa (17/7/2012).
Menurut Arsil, perspektif pidana korupsi harus ditarik ke ranah filosis yang lebih luas yaitu keadilan dan sosial enginering yaitu hukuman penjara bukan segalanya. "Karena nilainya kecil, tetap dihukum. tapi dengan pidana bersyarat yaitu menjalani penjara apabila mengulangi lagi dalam kurun waktu tertentu," kata Arsil.
Dia memahami hal tersebut akan menimbulkan kontroversi dalam masyarakat. Namun keadilan juga harus diukur dalam kacamata pelaku koruspi tersebut.
"Rp 5 juta itu kan yang korupsi orang-orang kecil, pegawai rendahan yang punya proyek kecil. Bagi orang kecil, proses peradilan merupakan hukuman sendiri. Bagi orang seperti itu, hukuman tersebut sudah cukup berat," ujar Arsil.
Meski masyarakat akan membandingkan antara pencopet dengan koruptor kelas teri, Arsil punya alasan sendiri. Yaitu apabila pencopet adalah kejahatan personal yang mempunyai korban. Sedangkan korupsi merupakan kejahatan tanpa korban, sehingga perlakuannya berbeda.
"Kalau untuk kasus korupsi kecil, cukup dengan mengganti kerugian negara. Umpamanya di bawah Rp 5 juta. Cukup itu, tidak perlu sampai di penjara," ungkap Arsil.
Seperti diketahui, pro-kontra ini terjadi saat Agus Siyadi mempergunakan dana Alokasi Dana Desa (ADD) tidak sesuai peruntukannya sebesar Rp 5,795 juta. PN Probolinggo dan PT Surabaya mengganjar Agus Siyadi dengan hukuman 1 tahun penjara dan denda Rp 50 juta dan uang pengganti sebesar uang yang dikorupsi. Tidak terima, Agus pun kasasi dan dikabulkan.
"Menjatuhkan pidana selama 2 bulan. Pidana itu tidak usah dijalankan kecuali di kemudian hari selama 4 bulan berakhir apabila terdakwa dipersalahkan," demikian bunyi putusan yang diketok pada 25 Januari 2012 oleh majelis hakim Imron Anwari, Surachmin dan MS Lumme.
(asp/fjp)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
-
Akhirnya, Prancis Resmi Legalkan Pernikahan Sesama Jenis
855 share this. -
Ditolak Bercinta, Gadis 19 Tahun Gigit Penis Kekasihnya
848 share this. -
Kapal Malaysia Tertangkap Curi Ikan di Selat Malaka
739 share this. -
Geng Motor Klewang Cs Diperkirakan Rugikan Masyarakat Rp 1 Miliar
644 share this. -
3 Rekaman Sadapan KPK yang Bisa Bikin Luthfi Hasan 'Skak Mat'
608 share this.
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru
Indeks Berita ยป
-
Sabtu, 18/05/2013 16:49 WIB
Kelelahan, Bupati Tegal Meninggal Dunia
-
Sabtu, 18/05/2013 16:43 WIB
Konglomerat Swedia Kalah Melawan Pedagang Glodok
-
Sabtu, 18/05/2013 16:43 WIB
Mentan: Pertemuan di Medan Tak Bahas Kuota Impor Daging
-
Sabtu, 18/05/2013 16:31 WIB
Bujangan Usia 50 Tahun Ditemukan Tewas di Kontrakannya
-
Sabtu, 18/05/2013 15:09 WIB
PBB Gandeng Istri Antasari Buat Jadi Caleg
-
Sabtu, 18/05/2013 16:45 WIB
Kelelahan, Bupati Tegal Meninggal Dunia
-
Sabtu, 18/05/2013 16:35 WIB
Konglomerat Swedia Kalah Melawan Pedagang Glodok
-
Sabtu, 18/05/2013 16:26 WIB
Bujangan Usia 50 Tahun Ditemukan Tewas di Kontrakannya
-
Sabtu, 18/05/2013 15:10 WIB
Gadis Muda Akui Berkostum Obama Saat Menari Seksi di Depan Berlusconi
-
Sabtu, 18/05/2013 14:42 WIB
Hewan Langka Berhasil Diselamatkan dari Rumah Warga di Tasikmalaya
-
Sabtu, 18/05/2013 13:51 WIB
Klewang, Si Raja Geng Motor dan Raja Aksi Tipu-tipu
-
Sabtu, 18/05/2013 14:54 WIB
Emirates: Korban Turbulens Luka Ringan Tak Harus Dirawat di RS
-
Sabtu, 18/05/2013 15:39 WIB
Penyidik Federal AS Masih Selidiki Penyebab Tabrakan Komuter New York
-
417 Komentar
-
241 Komentar
-
224 Komentar
-
216 Komentar
-
210 Komentar
-
208 Komentar
-
203 Komentar
-
200 Komentar
-
Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
ProKontra
Index »
Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS
Pro
Kontra
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,835.000
- Rp .000
MustRead
close
-
Sabtu, 18/05/2013 08:41 WIB
Pesawat Boeing 777 Emirates Dubai-Jakarta Alami Turbulensi, 13 Orang Cedera
-
Sabtu, 18/05/2013 07:59 WIB
Satpol PP Tertibkan PKL di Klender, Arus Lalin Tersendat
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer







_5.gif)



Namanya Markamah. Semangat perempuan berusia 46 tahun ini tak pernah padam untuk menyalakan lilin pendidikan di tempat-tempat marjinal. Mulai dari memberantas buta huruf di Marunda, mengajar anak-anak PSK di Jakarta Barat hingga kini menjalankan roda sekolah semi permanen yang dikepung pabrik.
Prinsip Sun Tzu dalam bukunya The Art of War, “Pertahanan Terbaik adalah Menyerang” nampaknya sedang diadopsi oleh PKS saat terjepit berhadapan dengan kasus hukum di KPK. Upaya perlawananoleh PKS yaitu melaporkan sejumlah penyidik dan jubir KPK kepada Kepolisian.
