detikcom
Senin, 16/07/2012 21:32 WIB

Perampokan di Kampus ATK Yogya Terekam CCTV, Pelaku 5 Orang & Bersajam

Muh Affi - detikNews
Bantul, - Aksi perampokan di kampus Akademi Teknologi Kulit (ATK) Yogakarta terekam kamera CCTV. Pelaku berjumlah 5 orang dan membawa senjata tajam.

Dalam 4 rekaman CCTV yang diamankan aparat Polres Bantul tergambar 5 pelaku memasuki kampus pada pukul 03.20 WIB, Senin (16/7/2012) dini
hari.

Berdasar keterangan Kepala Urusan Sub Bagian Humas Bantul Aiptu Susanto, kelima pelaku memakai penutup wajah dan bertopi. Mereka berjalanan beriringan menaiki lantai dua. Dua pelaku terdepan tidak membawa senjata atau peralatan lain.

Pelaku di urutan nomor tiga membawa linggis di kedua tangannya. Sedangkan dua pelaku di belakangnya membawa dua parang di tangan kanan dan kiri. Di tengah tangga menuju lantai dua, pelaku paling belakang memutuskan kembali turun.

"Pelaku yang paling depan memberi aba-aba dengan tangan, seperti memerintahkan sesuatu," jelas Susanto.

Selanjutnya, ke-4 pelaku menuju ruang brankas dan menjebol pintu pada pukul 03.25 wib. Tiga pelaku masuk ruang, sedangkan satu pelaku pembawa parang berjaga di samping pintu.

Hanya berselang sekitar 5 menit, ketiga pelaku keluar dengan membawa tas plastik warna gelap.

"Kita akan selidiki apakah mereka pemain lama atau komplotan baru. Yang pasti kita sedang kembangkan berdasar bukti yang kita kumpulkan," kata Susanto.

Kampus ATK terletak di Dusun Glugo, Desa Panggungharjo, Kecamatan Sewon, Bantul. Pelaku menyandera satpam kampus dan membawa kabur uang 160 juta (sebelumnya ditulis Rp 200 juta).

(fjp/try)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    46%
    Kontra
    54%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel