BBC Indonesia
Senin, 16/07/2012 18:55 WIB

Anak-anak di Waziristan tidak ikut vaksinasi polio

BBCIndonesia.com - detikNews
Pakistan meluncurkan program vaksinasi nasional hari ini, Senin 16 Juli, namun untuk pertama kali sekitar 250.000 anak-anak di kawasan kesukuan tidak akan ikut program.

Taliban menetapkan larangan vaksinasi di Waziristan Utara dan Selatan sampai Amerika Serikat menghentikan serangan udara tak berawak di kawasan itu.

Juru bicara Badan Kesehatan Dunia, WHO, yang mendukung program vaksinasi menyebut larangan itu sebagai langkah mundur.

Pakistan merupakan satu dari tiga negara dunia yang masih menghadapi endemik polio dan sekitar 34 juta anak berusia di bawah lima tahun akan mengikuti vaksinasi selama tiga hari.

Program vaksinasi yang merupakan kerja sama pemerintah Pakistan dengan WHO ini merupakan yang ketiga dari rencana empat putaran yang direncanakan selesai tahun ini.

Sepanjang tahun 2012 tercatat 23 kasus polio di Pakistan dan jumah itu jauh lebih rendah dari 58 kasus pada periode yang sama tahun lalu.

Masalah keamanan

Taliban sejak tahun 2007 menentang vaksinasi polio antara lain karena anggapan vaksinasi sebagai upaya untuk menghambat kesuburan warganya.

Program vaksinasi semakin dicurigai setelah upaya vaksinasi yang juga digunakan sebagai upaya untuk mengidentifikasi DNA anggota keluarga Osama bin Laden yang kemudian berujung pada penyerbuan atas Osama bin Laden oleh pasukan khusus Amerika Serikat.

Seorang pejabat kesehatan Pakistan untuk kawasan pemerintahan kesukuan, Dr. Fawad Khan, mengatakan kepada kantor berita AP bahwa masalah keamanan di Waziristan Utara dan Selatan juga membuat program vaksinasi di sana ditunda.

"Kami akan menggunakan semua cara yang memungkinkan jika situasi keamanan membaik untuk melakukan imunisasi di Waziristan. Kami harus melindungi anak-anak kami," tuturnya.

Dia memperkirakan sekitar 145.000 anak di Waziristan Utara memerlukan vaksinasi polio dan 81.000 di Waziristan Selatan.

(bbc/bbc)



Berita Terbaru Indeks Berita ยป
  • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
    50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
    Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
    Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
ProKontra Index »

Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
Pro
0%
Kontra
100%
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel