Detik.com News
Detik.com
Senin, 16/07/2012 16:33 WIB

KPK Siapkan Ratusan Baju Tahanan untuk Koruptor

Ahmad Toriq - detikNews
KPK Siapkan Ratusan Baju Tahanan untuk Koruptor
Jakarta - KPK menyiapkan aneka model dan warna baju tahanan untuk para koruptor yang tertangkap. KPK tidak tanggung-tanggung menyiapkan 200 baju.

"Kita siapkan 100 hingga 200 baju," kata Jubir KPK, Johan Budi, di kantornya, Jl Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (16/7/2012).

Johan menjelaskan baju tahanan yang disediakan dibagi menjadi dua model. Model pertama disiapkan untuk tahanan yang akan dibawa ke pengadilan dan yang kedua untuk tahanan saat berada di ruang tahanan.

Begitu juga dengan model baju untuk tahanan laki-laki dan perempuan yang akan berbeda. "Yang laki dan perempuan nanti akan beda. Laki tangan pendek, yang perempuan tangan panjang," terang Johan.

Johan menjelaskan biaya untuk pembuatan baju tahanan ini tidaklah mahal. "Dananya nggak besar kok, paling Rp 50 ribu," ujarnya.

Johan juga menjelaskan empat design baju tahanan yang telah dirilis oleh pimpinan KPK bukan merupakan design akhir. Designnya masih akan diputuskan dalam beberapa waktu ke depan.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(trq/aan)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 23/02/2015 10:27 WIB
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif Wakil Kapolri Komjen Badrodin Haiti diusulkan Presiden Jokowi menjadi calon Kapolri. Komjen Badrodin mengakui masih banyak perbaikan yang perlu dilakukan di jajaran Polri. Dia juga dengan besar hati mengakui masih banyak penyimpangan yang perlu ditertibkan. Apa saja?
ProKontra Index »

MA Harus Turun Tangan Setop 'Sarpin Effect'!

Putusan hakim PN Jaksel Sarpin Rizaldi yang memperbolehkan status tersangka jadi materi gugatan praperadilan berpotensi menimbulkan kekacauan hukum di Indonesia. "MA harus menyetop. Segera batalkan putusan Sarpin. Kalau tidak, semua tersangka akan melakukan hal yang sama," jelas FH Unsoed Purwokerto, Prof Dr Hibnu Nugroho. Bila Anda setuju dengan Prof Hibnu, pilih Pro!
Pro
93%
Kontra
7%