Senin, 16/07/2012 16:33 WIB

KPK Siapkan Ratusan Baju Tahanan untuk Koruptor

Ahmad Toriq - detikNews
Jakarta - KPK menyiapkan aneka model dan warna baju tahanan untuk para koruptor yang tertangkap. KPK tidak tanggung-tanggung menyiapkan 200 baju.

"Kita siapkan 100 hingga 200 baju," kata Jubir KPK, Johan Budi, di kantornya, Jl Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (16/7/2012).

Johan menjelaskan baju tahanan yang disediakan dibagi menjadi dua model. Model pertama disiapkan untuk tahanan yang akan dibawa ke pengadilan dan yang kedua untuk tahanan saat berada di ruang tahanan.

Begitu juga dengan model baju untuk tahanan laki-laki dan perempuan yang akan berbeda. "Yang laki dan perempuan nanti akan beda. Laki tangan pendek, yang perempuan tangan panjang," terang Johan.

Johan menjelaskan biaya untuk pembuatan baju tahanan ini tidaklah mahal. "Dananya nggak besar kok, paling Rp 50 ribu," ujarnya.

Johan juga menjelaskan empat design baju tahanan yang telah dirilis oleh pimpinan KPK bukan merupakan design akhir. Designnya masih akan diputuskan dalam beberapa waktu ke depan.


Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(trq/aan)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Tak Perlu Arak-arakan Pesta Rakyat Saat Pelantikan Jokowi

Relawan Jokowi-JK akan menggelar pesta rakyat saat pelantikan presiden dan wapres pada 20 Oktober 2014 nanti dimulai dari Semanggi dan berakhir di Monas. Kapolri Jenderal Sutarman menyarankan tidak perlu ada acara arak-arakan seperti itu. "Saya sarankan tidak perlu arak-arakan, saya kira tidak perlu. Mungkin kalau bersyukur, bersyukur berdoa saja, enggak perlu arak-arakan," kata Kapolri. Bila Anda setuju dengan Kapolri, pilih Pro!
Pro
37%
Kontra
63%