detikcom

Senin, 16/07/2012 15:08 WIB

Bimas Kristen Prihatin Kasus Pendeta Hadassah Masuk Meja Hijau

Baban Gandapurnama - detikNews
Bandung - Saksi ahli dihadirkan jaksa penuntut umum (JPU) dalam perkara dugaan penistaan agama dengan terdakwa Heidi Euginie atau dikenal dengan
pendeta Hadassah Werner. Salah satu saksi ahli dari Bimas Kristen Kementrian Agama Provinsi Jabar,JM Nainggolan, menyayangkan kasus ini berujung ke meja hijau.

"Prihatin kasus ini masuk pengadilan. Masalah ini bisa diselesaikan tanpa harus ke jalur hukum dan duduk bersama menyelesaikannya," ucap Nainggolan dalam sidang lanjutan perkara terebut di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Jalan Martadinata, Senin (16/7/2012).

"Ini bisa diselesiakan secara saling memaafkan," tambahnya lagi saat memberikan keterangan yang didengar hakim, JPU, dan pengacara terdakwa.

Dalam kesaksiannya di persidangan, Nainggolan menilai ajaran pendeta Hadassah menyimpang. "Ada beberapa hal yang tak lazim. Penafsiran itu, ibu pendeta menjadi Allah sendiri. Seolah menetapkan otortitas Allah itu ada pada dia. Soaah-olah dia Tuhan," ujarnya.

Amatan Nainggolan itu setelah mengaku membaca berkas perkara berupa tulisan print out dari pihak penyidik Polda Jabar. Ia mengganggap ada penafsiran tak lazim sesuai ajaran Kristen umumnya.

"Apakah dalam keilmuan ini ada penghujatan kepada Allah," tanya Hakim Ketua Jefferson Torigan. "Menghujat itu tidak," kata Nainggolan.

Dalam kesempatan tersebut Nainggolan diminta untuk menerangkan seperti apa ajaran lazim. "Pokok ajaran lazim itu kepercayaan tentang Allah tri tunggal, Allah bapak, Allah anak, Allah roh kudus, serta pernyataannya kepada manusia. Itu sudah ada dalam alkitab," terang Nainggolan.

Hadassah hadir dalam sidang tersebut, begitupun belasan para jamaatnya. Hadassah didakwa Pasal Pasal 156 huruf a KUH Pidana tentang perbuatan yang bersifat permusuhan, penyalahgunaan, atau penodaan terhadap suatu agama yang dianut di Indonesia dengan sengaja di muka umum.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(bbn/ern)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Selasa, 27/01/2015 16:57 WIB
    Menteri Yohana Yembise: Kekerasan Anak Akibat Nikah Muda
    Gb Bagi Yohana Susana Yembise, jabatan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah kepercayaan sekaligus menjadi simbol perjuangan atas dominasi adat di Papua, yang umumnya didominasi laki-laki. Yohana juga mengkhawatirkan tingkat kekerasan anak yang makin memprihatinkan.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
74%
Kontra
26%