detikcom
Senin, 16/07/2012 13:08 WIB

Agus Pambagio: Iklan Taksi Ferrari Langgar Aturan, Bisa Berimbas ke Produk

Rachmadin Ismail - detikNews
Jakarta - Akhir pekan lalu, masyarakat Jakarta dihebohkan dengan kemunculan taksi dengan mobil Ferrari dan Porsche. Mobil tersebut sempat berlalu lalang di jalanan ibukota sebelum akhirnya dihentikan Dishub DKI Jakarta karena tak berizin. Belakangan diketahui, taksi itu adalah iklan pemancing sebuah produk perbankan.

Pengamat Kebijakan Publik Agus Pambagio mengingatkan masyarakat agar berhati-hati melihat fenomena semacam ini. Kepada biro iklan dan klien pengguna juga diimbau harus lebih selektif dalam bekerja. Tak layak sebuah iklan dibungkus dengan pelanggaran aturan.

"Ide itu harus tidak melanggar aturan yang berlaku di kota itu atau negara itu. Buat si klien kalau ada ide yang tidak orisinil ngapain dieksekusi, karena melanggar aturan bisa terimbas pada produk. Itu lebih merugikan lagi," kata Agus.

Berikut wawancara detikcom dengan Agus soal fenomena tersebut, Senin (16/7/2012):

Apa pendapat Anda soal kasus taksi Porsche dan Ferrari kemarin?

Sejak awal saya sudah minta Kadishub DKI Udar Pristono untuk menindak karena itu menipu publik. Jelas nomor yang dipakai palsu, kemudian logo atau sign taksi kan palsu, di dalamnya saya cek tidak ada argometer, tapi dia mangkal.

Ini sama saja waktu iklan peti mati dulu. Gimmick-gimmick iklan seperti ini harusnya klien tidak mengizinkan. Menurut saya, ranahnya penipuan, melakukan nomor palsu, bisa mengecoh orang. Untung pelakuknya baik, kalau nggak kan bisa ngambil keempatan.

Apa saran Anda supaya kasus serupa tak terulang?

Ini tidak boleh lagi terjadi. Saya dengar penanggung jawab sudah lapor ke Kadishub DKI. Tapi tetap harus ada efek jera. Dikenakan saja sanksi hukum karena pakai nomor polisi palsu, lalu kasih sign taksi tapi di dalamnya nggak ada argo.

Apa efek kasus ini buat produk yang nanti dilaunching?

Siapa pun kliennya harus hati-hati ketika meng-hired seperti ini. Kalau tahu dia menipu, kok ya kliennya nerima. Apalagi seolah-olah menjiplak ikan serupa di Thailand yang taksinya juga kuning.

Menurut saya tidak usah di-launching, di sini kan penjiplakan, malah ada yang bilang kriminal. Kalau dilihat di Youtube, sama persis iklannya, kendaraannya sama. Kalau saya pribadi, saya nggak mau pakai. Dari ide kreatifnya malah jiplak.

Apa saran Anda untuk klien dan biro iklan?

Untuk klien dan biro iklan kalau menjual ide harus orisinil. Ide itu harus tidak melanggar aturan yang berlaku di kota itu atau negara itu. Buat si klien kalau ada ide yang tidak orisinil ngapain dieksekusi. Selain itu karena melanggar aturan bisa terimbas. Itu lebih merugikan lagi.

Ini adalah upaya buruk buat dunia kreativitas dan iklan. Kan dulu soal peti mati, sekarang ini. Lebih baik klien menolak saja kalau ada seperti ini.



Hanya Gara-gara Menyimpan Foto Pacar, Siswi SMK Tidak Diluluskan Pihak Sekolah. Simak Selengkapnya di "Reportase Pagi Akhir Pekan", pukul 04.30 - 05.30 WIB Hanya di TransTV

(mad/nrl)



Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Wawancara Terbaru Indeks Wawancara ยป
    • Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
      Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
      Gb Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    56%
    Kontra
    44%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel
    • Rp .000
    • Rp .000