Senin, 16/07/2012 08:52 WIB
Kolom
Foke Versus Jokowi
Berbeda dengan putaran pertama, jumlah kandidat yang hanya dua akan memaksa terbentuknya polarisasi variabel kompetisi yang sebelumnya terkaburkan oleh enam pasang kandidat. Lantas, variabel apa sajakah yang akan mewarnai pertarungan Foke versus Jokowi dua bulan ke depan?
Polarisasi Isu Primordial
Tidak bisa dipungkiri, sentimen primordial kerap mewarnai ajang pemilihan langsung bahkan di negara kampiun demokrasi seperti Amerika sekalipun. Umumnya, latar belakang etnik dan agama-lah yang kerap menjadi tema 'panas' untuk diperdebatkan. Suka atau tidak, preferensi publik di Jakarta 11 Juli lalu, juga menampilkan potret yang tidak jauh berbeda.
Data BPS terkini menunjukkan bahwa ada empat suku utama di DKI Jakarta. Jawa (36% dari populasi), Betawi (26,3%), Sunda (15,9%) dan Tionghoa (5,6%). Sementara data agama menunjukkan pemeluk agama Islam berjumlah 84,7% dari populasi, dan pemeluk agama Katolik- Protestan 11,2% dari populasi.
Menurut penulis, data exit poll yang dipublikasikan Lembaga Survei Indonesia, menunjukkan adanya sentimen keberpihakan berbasis etnik dan agama yang mempengaruhi perilaku politik pemilih. Dari sisi suku misalnya, pola ini bisa terlihat pada tiga suku utama di DKI Jakarta, Jawa, Betawi dan Tionghoa. 48% suku Betawi lebih memilih pasangan Foke-Nara ketimbang Jokowi (28%) dan HNW (12%). Suku Jawa jelas lebih memilih kandidat berlatar belakang Jawa.
Hal ini dibuktikan oleh 55% pemilih Jawa memilih Jokowi dan 12% memilih HNW, ketimbang hanya 21% yang memilih Foke. Dan uniknya, 100% pemilih Tionghoa menjatuhkan pilihannya pada Jokowi-Ahok. Dari sisi agama, pemilih berlatar belakang Protestan dan Katolik-lah yang menunjukkan adanya pola pilihan. Secara berurutan 77% dan 76% pemilih beragama Protestan dan Katolik lebih memilih Jokowi-Ahok ketimbang pasangan lainnya.
Polarisasi Isu Perubahan Versus Status Quo
Selain sentimen primordial, pilkada 11 juli juga menunjukkan adanya gerakan kuat menginginkan perubahan di DKI Jakarta. Terlepas dari tidak terlacaknya motif sepertiga pemilih yang tidak menggunakan hak suaranya, lebih dari separuh jumlah pemilih yang hadir di TPS telah memutuskan untuk menghadirkan perubahan di Jakarta.
Perolehan suara Foke-Nara yang hanya berkisar 34 persen hingga 35 persen di banyak hitung cepat menunjukkan bahwa tema keberhasilan pemprov DKI tidak bisa diterima oleh publik. Tidak berlebihan rasanya mengatakan seberapapun besar klaim keberhasilan Fauzi Bowo diiklankan, hasilnya tidak akan efektif melawan arus perubahan yang secara defacto telah menjadi 'mainstream' di benak publik.
Pertarungan Kunci: Aliansi Baru
Lantas, strategi apa yang harus dirancang pada babak kedua. Menurut saya, Strategi Aliansi Baru akan menjadi salah satu pertarungan kunci. Strategi aliansi harus memperhatikan kedua sentimen di atas. Dari sisi kesukuan, manuver kedua kandidat pada basis pemilih Jawa akan lebih dinamis ketimbang Betawi. Selain kuantitas yang besar, etnik Betawi kemungkinan besar sudah akan 'dikunci' oleh Foke-Nara.
Dari sisi isu, Jokowi jelas akan melakukan mobilisasi isu perubahan yang diwakili oleh kelima kandidat penantang Foke. Bila Jokowi-Ahok mampu mempersonifikasikan dirinya menjadi sebagai satu-satunya figur perubahan, bukan mustahil pemilih HNW, Faisal Basri, Alex Noerdin dan Hendardji akan ramai-ramai melengserkan Fauzi Bowo. Satu-satunya cara yang bisa dilakukan Foke, 'merayu' satu atau dua kandidat penantang lainnya, agar pemilih mereka memutuskan untuk tidak memilih Jokowi, atau minimal bersikap netral.
Memperhitungkan Faktor HNW dan PKS?
Latar belakang kandidat dan jumlah suara yang dikumpulkan oleh kandidat PKS, Hidayat Nur Wahid bisa saja menjadi kartu truf yang menarik untuk diperebutkan. Sebagai orang Jawa, HNW jelas lebih mampu memobilisasi pemilih Jawa daripada Foke. Dan dari sisi nada perlawanan, sepertinya 'tone' pesan politik kandidat PKS tersebut tidak lebih keras ketimbang retorika Jakarta Tidak Lagi Berkumis yang disuarakan Hendardji Soepandji, atau iklan memojokkan yang kerap digunakan Alex Noerdin dan komentar pedas Faisal Basri di media.
Jika pemilih kandidat Gubernur PKS direbut oleh Jokowi, Fauzi Bowo jelas akan menghadapi mimpi buruk. Sementara jika Foke berhasil meyakinkan pemilih HNW dan PKS, peruntungan Jokowi-Ahok di putaran kedua nanti bisa saja berubah.
Kita lihat saja nanti.
*) Rico Marbun MSc adalah peneliti The Future Institute, staf pengajar Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian, & Universitas Paramadina. Email: ricoui@yahoo.com
(vit/vit)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
-
Alat Pemantau Gempa di Gunung Dicuri, Keselamatan Masyarakat Terancam
809 share this. -
Istri Fathanah Sefti Kini Banjir Job Main FTV
642 share this. -
Polisi Gagalkan Upaya Penyelundupan 170 Kg Ganja di Aceh
515 share this. -
Awasi Dana Parpol, KPU Siap Kerjasama dengan PPATK
503 share this. -
Alat Pemantau Gempa di Gunung Bromo Hingga Merapi Juga Pernah Dicuri
493 share this.
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Kolom Terbaru
Indeks Kolom ยป
-
Senin, 20/05/2013 12:15 WIB
Melihat Arah Ekonomi Jalan Ketiga
-
Rabu, 15/05/2013 10:33 WIB
Politik Bunuh Diri PKS
-
Senin, 13/05/2013 13:28 WIB
Penyitaan Mobil Mewah Elit PKS: Dapatkah Ditolak?
-
Senin, 13/05/2013 09:40 WIB
Catatan Agus Pambagio
e-KTP dan Kegalauan Publik
-
Selasa, 07/05/2013 15:42 WIB
BBM Bersubsidi, Kompensasi dan Dilema Pemerintah
-
Kamis, 23/05/2013 11:02 WIB
Darin Mumtazah Jadi Kembang di Sekolah, Disukai Banyak Cowok
-
Kamis, 23/05/2013 10:39 WIB
Sedalam Apa Hubungan Darin-Luthfi? Ini 4 Jawaban Elite PKS
-
Kamis, 23/05/2013 11:50 WIB
PKS Memanas, Hidayat Tepis Perpecahan
-
Kamis, 23/05/2013 11:17 WIB
Gagalkan Aksi Perkosaan, 3 Siswa SMP Heroik Banjir Hadiah
-
Kamis, 23/05/2013 11:42 WIB
Ketika Pak Lurah Ikut Repot dengan Sosok Darin Mumtazah
-
Kamis, 23/05/2013 12:17 WIB
Ahmad Zaki Cek Kabar Istrinya Terima Rp 1,025 M dari Fathanah
-
Kamis, 23/05/2013 12:02 WIB
Dukung Jokowi, DPR Doakan 2 RS Penolak KJS Bertobat
-
Kamis, 23/05/2013 10:46 WIB
Kepsek SMK Darin Mumtazah: Siswa Dilarang Menikah
-
562 Komentar
-
362 Komentar
-
229 Komentar
-
218 Komentar
-
215 Komentar
-
211 Komentar
-
162 Komentar
-
146 Komentar
-
Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
ProKontra
Index »
Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal
Pro
Kontra
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,844.000
- Rp .000
MustRead
close
-
Kamis, 23/05/2013 10:53 WIB
Ahok akan Cabut Rumah Dinas Lurah-Camat, Diubah Jadi Taman
-
Kamis, 23/05/2013 10:44 WIB
Polisi Periksa Kejiwaan NN Pemotong 'Burung' Abdul Muhyi
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer















Made Tantrawan (21), mahasiswa Fakultas MIPA UGM memiliki catatan prestasi yang luar biasa. Ia menjadi langganan juara olimpiade internasional dan kini lulus dengan sempurna. Apa resepnya?
Pembubaran partai politik memang dimungkinkan, namun masih utopis. Akhir-akhir ini, wacana pembubaran partai politik korup kembali menguat. Setidaknya ada tiga momentum yang mendorong wacana publik ini semakin menguat.
