Detik.com News
Detik.com

Senin, 16/07/2012 04:30 WIB

Bocah Tewas Tertimpa Layangan Raksasa di Bali

Gede Suardana - detikNews
Bocah Tewas Tertimpa Layangan Raksasa di Bali ilustrasi (dok.detikcom)
Denpasar, - Lomba layang-layang di Bali berakhir petaka. Bocah berusia 8 tahun bernama Yudis Sastrawan asal Mengwi, Badung tersambar ujung layangan berukuran raksasa di arena lomba Pantai Padanggalak, Sanur, Denpasar.

Kejadian ini terjadi Minggu (15/7) siang. Saat itu si bocah bersama orang tuanya tengah menyaksikan lomba layang-layang. Mendadak, layangan jenis bebean menukik dari atas mengenai kepala bocah ini.

Warga l angsung membawa korban ke RSUP Sanglah Denpasar. "Korban tiba di rumah sakti pukul 15.00 WIta," kata petugas RSUP Sanglah.

Meski mendapat pertolongan pertama, sekitar pukul 17.00 WIta, nyawa bocah ini tidak dapat tertolong. Saat ini jenazah masih dititip di kamar mayat, imbuh dia.

Kemarin (15/7) adalah hari terakhir festival layang-layang ke 34 di Bali. Lomba ini diikuti sekitar 1.211 peserta dari berbagai daerah di Bali yang melombakan jenis layangan tradisional dan kreasi.

Ukuran layangan ini hampir seluruhnya berukuran jumbo. Lebar layangan rata-rata 3 meter dengan panjang lebih dari 5 meter. Untuk menerbangkan layangan ini bahkan memerlukan belasan orang.



Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(gds/fdn)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 23/02/2015 10:27 WIB
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif Wakil Kapolri Komjen Badrodin Haiti diusulkan Presiden Jokowi menjadi calon Kapolri. Komjen Badrodin mengakui masih banyak perbaikan yang perlu dilakukan di jajaran Polri. Dia juga dengan besar hati mengakui masih banyak penyimpangan yang perlu ditertibkan. Apa saja?
ProKontra Index »

MA Harus Turun Tangan Setop 'Sarpin Effect'!

Putusan hakim PN Jaksel Sarpin Rizaldi yang memperbolehkan status tersangka jadi materi gugatan praperadilan berpotensi menimbulkan kekacauan hukum di Indonesia. "MA harus menyetop. Segera batalkan putusan Sarpin. Kalau tidak, semua tersangka akan melakukan hal yang sama," jelas FH Unsoed Purwokerto, Prof Dr Hibnu Nugroho. Bila Anda setuju dengan Prof Hibnu, pilih Pro!
Pro
95%
Kontra
5%