detikcom
Minggu, 15/07/2012 20:55 WIB

Simpatisan HTI Lampung Gelar Pawai Jalan Kaki Sambut Ramadan

Adan Bakar - detikNews
Lampung, - Sebanyak 500 warga Lampung melakukan pawai keliling kota dengan berjalan kaki. Pawai jalan kaki sejauh 3 kilometer ini digelar DPD Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Lampung menyambut bulan ramadan.

Pawai dimulai dari Taman Makan Pahlawan Kota Bandar Lampung di Jalan Teuku Umar menuju Jalan Kota Raja dan Jalan Raden Intan. Aksi ini berakhir di Bundaran Adipura.

Peserta pawai mengingatkan masyarakat tentang bulan ramadan dan kewajiban berpuasa. Mereka membawa poster-poster yang berisi imbauan untuk menjalankan ibadah puasa dengan baik.

Pawai sempat terhenti karena ada hujan lebat. Peserta pawai pun berteduh sejenak dan melanjutkan kembali aksi damai setelah hujan mereda.

Humas HTI Lampung Akhiril Fajri mengatakan, aksi pawai ini dilakukan untuk mengingatkan masyarakat untuk mengisi bulan ramadan dengan ibadah. "Bulan puasa adalah bulan penuh ampunan dan rahmat, umat islam harus lebih giat beribadah di bulan ini," kata dia.

HTI Lampung, kata Akhiril, maminta pemerintah untuk menutup tempat hiburan dan tempat maksiat. Pemda harus melakukan pengawasan agar tidak ada tempat-tempat maksiat yang beroperasi selama bulan puasa.

"Kami berharap tempat maksiat ditutup tidak hanya pada bulan puasa, tapi juga untuk seterusnya," ujarnya.

Dia menambahkan, semua pihak harus menghormati bulan puasa. Umat Islam diharapkan bisa menjalankan ibadah puasa dalam suasana yang damai.

(fdn/fdn)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    46%
    Kontra
    54%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel
    MustRead close